5 Golongan Orang yang Harus Hindari Sayur Kol, Begini Efeknya

3 hours ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kol merupakan sayuran yang umum ditemukan di masakan Indonesia, mulai dari sayur sop hingga lalapan. Murah dan mudah didapat, kol mengandung serat dan protein serta rendah kalori. Makanan yang mengandung serat merupakan bagian penting dari diet seimbang dan mendukung sistem pencernaan yang sehat.

Meski penuh nutrisi, kol juga punya efek samping yang karenanya tidak cocok untuk semua orang. Berikut adalah lima golongan orang yang harus menghindari konsumsi sayur kol:

1. Orang yang sedang diare

Kol kaya akan serat dan akibatnya dapat melancarkan pergerakan usus. Terlalu banyak kol (atau makanan berserat lainnya) dapat memperburuk kondisi seperti sindrom iritasi usus (IBS).

Mengutip Everyday Health, kol bisa menyebabkan diare pada beberapa orang karena tingginya jumlah fruktan dalam sayuran tersebut. Fruktan adalah karbohidrat alami yang juga ditemukan dalam makanan lain seperti gandum, bawang, dan brokoli.

2. Orang dengan penyakit lambung

Mengutip Brown University, sayuran silangan seperti kol dapat menyebabkan gas dan kembung. Karena itu, penderita penyakit lambung serta maag atau GERD sebaiknya menghindari konsumsi kol berlebihan. 

3. Orang yang akan menjalani operasi

Kol dapat memengaruhi kadar gula darah dan mengganggu pengendalian gula darah selama dan setelah operasi. Hentikan konsumsi kol setidaknya 2 minggu sebelum operasi yang dijadwalkan.

4. Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah

Jika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah, konsultasilah dengan dokter sebelum meningkatkan asupan kol. Vitamin K dalam kol dapat mengganggu efektivitas obat pengencer darah.

5. Orang yang alergi

Orang yang alergi terhadap sayuran dari famili Brassicaceae/Cruciferae, seperti brokoli, kubis Brussel, dan kembang kol, mungkin juga alergi terhadap kol.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |