Amalia Zahira, CNBC Indonesia
20 February 2026 11:30
Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Khadijah binti Khuwailid RA sering dikenal sebagai istri pertama Nabi Muhammad SAW. Namun jauh sebelum itu, ia sudah dikenal sebagai salah satu pengusaha paling sukses di Mekkah.
Skala bisnisnya bahkan disebut hampir setara dengan gabungan kafilah dagang suku Quraisy
1. Tumbuh dari Tradisi Bisnis Kuat
Khadijah dibesarkan dalam keluarga dengan tradisi perdagangan kuat. Ayahnya, Khuwailid, merupakan tokoh berpengaruh yang aktif menjalankan bisnis lintas wilayah Arab. Setelah sang ayah wafat dan meninggalkan harta cukup besar, Khadijah melanjutkan usaha keluarga.
Pengalaman ini diperkuat oleh dukungan suami pertamanya yang juga seorang pedagang, membuat Khadijah mampu membangun reputasi sebagai entrepreneur perempuan yang disegani.
2. Berbisnis di Pasar Internasional
Mekkah saat itu adalah pusat perdagangan penting. Letaknya strategis di jalur antara Afrika dan Asia, ditambah keberadaan Ka'bah yang membuat kota ini ramai dikunjungi. Ekonomi masyarakatnya pun sangat bergantung pada aktivitas perdagangan.
Para pedagang rutin mengirim kafilah besar ke berbagai kota, termasuk Damaskus di Suriah. Kafilah sendiri adalah sebutan bagi rombongan pedagang di padang pasir. Menariknya, sebagian besar barang dalam kafilah besar tersebut berasal dari Khadijah.
Komoditas yang diperdagangkan pun beragam, mulai dari parfum, myrrh (getah aromatik), tekstil halus, hingga barang-barang bernilai tinggi lainnya. Jaringan perdagangannya menjangkau wilayah seperti Roma, Persia, hingga kawasan Syam.
3. Pintar Bangun Partnership
Sebagai wanita kaya dan terhormat, Ia tidak selalu turun langsung membawa barang, melainkan membangun kemitraan dengan orang-orang yang dipercaya.
Ia menggunakan skema kerja sama seperti mudharabah (bagi hasil), ijarah (upah kerja), dan qirad (kerja sama modal dan tenaga). Dengan sistem ini, bisnisnya bisa berkembang luas tanpa harus bergantung pada satu jalur saja.
Saat mencari pemimpin kafilah yang terpercaya, Khadijah kemudian menjalin kemitraan dengan Muhammad SAW melalui pamannya, Abu Thalib. Dari kerja sama profesional inilah hubungan mereka berlanjut ke pernikahan
4. Bisnis High Risk, High Return
Perdagangan kafilah pada masa itu memiliki risiko yang tinggi, termasuk perampokan, hewan angkut mati di perjalanan, biaya logistik tinggi, hingga kemungkinan modal tidak kembali.
Karena itu, pedagang sering bergabung (menitipkan barang dagangan) dalam kafilah besar untuk meminimalkan risiko. Sistem berbagi keuntungan atau pembayaran upah menjadi praktik umum. Meski begitu, tidak semua keuntungan bisa dinikmati penuh karena ancaman kehilangan modal selalu ada.
Fakta bahwa Khadijah mampu mempertahankan bisnis besar dalam kondisi seperti ini menunjukkan kapasitas manajemen risiko dan strategi bisnis yang sangat matang.
5. Pebisnis Sekaligus Filantropis
Selain menjadi pebisnis yang disegani, Ia juga turut memberi dampak yang besar bagi masyarakat Mekkah. Ia menyalurkan sebagian besar keuntungan bisnisnya untuk membantu komunitas Muslim awal, termasuk membebaskan budak Muslim dan menyediakan kebutuhan pangan.
Bisnisnya terus berjalan hingga wafatnya pada tahun 620 M. Warisannya bukan hanya kekayaan, tetapi juga contoh bahwa perempuan sudah memainkan peran penting dalam ekonomi global sejak berabad-abad lalu.
(mae/mae)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5048041/original/074776600_1734010897-20241212AA_Asean_Cup_2024_Indonesia_vs_Laos-17.JPG)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182679/original/046922700_1744100626-Timnas_Indonesia_-_Beragam_ekspresi_Nova_Arianto_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)
