57.000 Warga Pindah Jadi WN Singapura, Ternyata Ini Alasannya

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura adalah negara paling kaya di ASEAN jika dilihat dari GDP per kapita (pendapatan rata-rata per orang). Data International Monetary Fund (IMF) dan berbagai sumber statistik menunjukkan bahwa Singapura memiliki GDP per kapita jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain di kawasan, mencapai sekitar US$92.9 ribu per tahun menurut perkiraan 2025 - menjadikannya tidak hanya yang terkaya di ASEAN, tetapi juga salah satu negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia. 

Jika melihat angka tersebut, tak heran ada lebih dari 57 ribu warga Malaysia melepaskan kewarganegaraan mereka untuk menjadi warga negara Singapura. Statistik ini tercatat dalam kurun waktu lima tahun terakhir hingga 17 Desember 2025.

Laporan ini disampaikan media Malaysia, Harian Metro, mengutip pernyataan Direktur Jenderal Departemen Pendaftaran Nasional Malaysia (JPN), Badrul Hisham Alias. Ia menyebutkan, secara total terdapat 61.116 warga Malaysia yang melepas kewarganegaraan selama periode tersebut.

"Dari jumlah itu, 93,78% atau sekitar 57.315 orang memilih pindah ke Singapura, disusul Australia sebanyak 2,15%, dan Brunei Darussalam 0,97%," catat Badrul dikutip dari Asia One, Kamis (12/1/2026).

Badrul mengungkapkan, perempuan menjadi kelompok terbesar yang melepaskan kewarganegaraan, dengan jumlah mencapai 35.356 orang. Secara rata-rata, sekitar 10.000 warga Malaysia meninggalkan kewarganegaraannya setiap tahun.

"Keputusan melepas kewarganegaraan Malaysia sebagian besar didorong oleh faktor ekonomi dan keluarga," jelas Badrul.

Singapura Siapkan 15.700 Lapangan Kerja

Singapura akan menciptakan sekitar 15.700 lapangan kerja baru dalam lima tahun ke depan seiring realisasi komitmen investasi yang masuk sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar dua pertiga posisi menawarkan gaji bulanan kotor di atas 5.000 dolar Singapura, atau setara lebih dari Rp58 juta per bulan.

Hal itu disampaikan Economic Development Board (EDB) dalam konferensi pers kinerja tahunan 2025, dikutip dari Strait Times.

EDB merinci, 40% lapangan kerja baru berada di sektor jasa, 37% di manufaktur, dan 23% sisanya di riset dan pengembangan (R&D) serta inovasi. Sebagian besar posisi ditujukan bagi profesional, manajer, eksekutif, dan teknisi, termasuk untuk lulusan baru maupun pekerja berpengalaman yang ingin beralih karier.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |