7 Negara Wajibkan Pajak Gereja, Benarkah Banyak yang 'Murtad'?

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah negara Eropa memungut pajak gereja. Pajak ini berbeda dengan persepuluhan (tithe) dan persembahan kasih. 

Di negara yang memiliki pajak gereja, pemerintah mengumpulkan dana melalui sistem pajak nasional untuk mendukung agama yang terdaftar. Pajak ini dipungut dari setiap umat yang terdaftar sebagai anggota. 

Studi yang dilakukan Pew Research Center menemukan bahwa mayoritas masyarakat masih mendukung tradisi membayar pajak gereja. Faktanya, di sejumlah negara Eropa Barat yang menerapkan pajak wajib bagi anggota gereja Kristen, sebagian besar orang dewasa mengatakan bahwa mereka membayar pajak tersebut.

Berikut adalah daftar negara yang memiliki sistem pajak gereja:

1. Jerman - 8-9%

2. Denmark - rata-rata 0,867% dari penghasilan kena pajak

3. Swedia - rata-rata 1,05% dari penghasilan

4. Finlandia - umumnya sekitar 1-2% dari penghasilan kena pajak, tergantung paroki

5. Swiss - bervariasi menurut kanton, bisa beberapa persen dari pajak penghasilan

6. Islandia - ada sistem kontribusi ke komunitas agama melalui pajak

7. Austria - anggota gereja membayar Kirchenbeitrag, umumnya sekitar 1,1% dari pendapatan

Menghindari Pajak Gereja

Di Austria, Denmark, Finlandia, Jerman, Swedia dan sebagian besar wilayah Swiss, pajak gereja bersifat wajib bagi semua anggota di gereja-gereja besar yang memenuhi kriteria pendapatan minimum. Pajak ini biasanya dipungut dari mayoritas pembayar pajak beragama Kristen, namun dapat mengecualikan pelajar, pengangguran, pensiunan, dan orang lain yang berpenghasilan rendah.

Keanggotaan gereja biasanya ditentukan melalui baptisan, namun bagi mereka yang ingin menghindari pajak harus keluar dari keanggotaan. Secara teoritis, keluar dari gereja bisa memberikan keuntungan finansial bagi masyarakat di negara-negara tersebut. Akibatnya, para ahli sosial berteori bahwa pajak gereja bisa menjadi salah satu faktor yang membuat orang menjauh dari agama.

Meski demikian, riset Pew Research Center menunjukkan tidak ada kaitan yang jelas antara sekularisasi dan pajak gereja. Faktanya, tidak ada bukti bahwa negara-negara yang menerapkan pajak gereja mengalami penurunan jumlah jamaat. Justru, negara-negara yang mencatat penurunan paling tajam dalam identifikasi diri sebagai Kristen-termasuk Belgia, Norwegia, dan Belanda-justru tidak menerapkan pajak gereja.

Di enam negara yang mewajibkan pajak gereja bagi anggotanya, mereka yang tidak ikut serta dalam pajak cenderung mengambil sikap bahwa agama harus dipisahkan dari kebijakan pemerintah. Di beberapa negara, kesenjangannya sangat mencolok: Misalnya, sebagian besar masyarakat Austria yang tidak ikut serta dalam pajak gereja (82%) mengatakan bahwa agama dan kebijakan pemerintah harus dipisahkan, sementara hanya separuh dari masyarakat Austria yang mengatakan bahwa mereka membayar pajak gereja mengambil sikap yang sama.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |