8 Penguasa Zalim - Tokoh Jahat yang Dikisahkan dalam Al-Qur'an

4 hours ago 1

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

07 March 2026 11:00

Jakarta. CNBC Indonesia - Al-Qur'an tidak hanya memuat ajaran ibadah dan hukum, namun juga terdapat berbagai kisah tokoh yang menjadi pelajaran bagi manusia.

Di antara kisah tersebut, terdapat sejumlah figur yang digambarkan sebagai antagonis karena menentang kebenaran, menolak dakwah para nabi, hingga melakukan penindasan terhadap umatnya.

Berikut tokoh antagonis yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

1. Abu Lahab

Abu Lahab adalah paman Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai salah satu penentang dakwah Islam pada masa awal penyebaran agama tersebut di Mekkah. Ia secara terbuka menolak ajaran yang disampaikan Nabi dan kerap menghasut masyarakat Quraisy untuk memusuhi Nabi Muhammad.

Bersama istrinya, Abu Lahab juga disebut sering mengganggu dan menyebarkan kebencian terhadap Nabi Muhammad. Kisah Abu Lahab bahkan diabadikan secara khusus dalam Surah Al-Lahab.

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ ۝١مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ ۝٢سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ ۝٣وَّامْرَاَتُهٗۗ حَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ ۝٤فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍࣖ ۝٥

Artinya: "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka), (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal" (QS. Al-Lahab 1-5).

2. Firaun

Fir'aun dikenal sebagai penguasa Mesir pada masa Nabi Musa AS yang digambarkan dalam Al-Qur'an sebagai simbol kekuasaan yang zalim dan sombong. Ia menolak dakwah Nabi Musa dan bahkan mengklaim dirinya sebagai tuhan bagi rakyatnya

Kisahnya menjadi salah satu cerita paling sering disebut dalam Al-Qur'an sebagai pelajaran tentang akibat dari kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran.

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَاُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرِيْۚ فَاَوْقِدْ لِيْ يٰهَامٰنُ عَلَى الطِّيْنِ فَاجْعَلْ لِّيْ صَرْحًا لَّعَلِّيْٓ اَطَّلِعُ اِلٰٓى اِلٰهِ مُوْسٰىۙ وَاِنِّيْ لَاَظُنُّهٗ مِنَ الْكٰذِبِيْنَ ۝٣٨

Artinya: "Firʻaun berkata, "Wahai para pembesar, aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selainku. Wahai Haman, bakarlah tanah liat untukku (untuk membuat batu bata), kemudian buatkanlah bangunan yang tinggi untukku agar aku dapat naik melihat Tuhannya Musa! Sesungguhnya aku yakin bahwa dia termasuk para pendusta" (QS. Al-Qashash 38)

Selain itu, Kisah Firaun juga terdapat dalam QS. An-Nazi'at ayat 24, dalam ayat tersebut Fir'aun dengan angkuh berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi." Pernyataan ini menunjukkan penolakan Firaun terhadap dakwah Nabi Musa yang mengajak kepada tauhid.

3. Qorun

Qorun merupakan seorang tokoh dari kaum Nabi Musa yang terkenal karena kekayaannya yang sangat besar. Dalam Al-Qur'an, ia digambarkan sebagai sosok yang sombong dan menganggap kekayaannya diperoleh semata-mata karena kepintaran dirinya sendiri.

Ketika diingatkan agar bersyukur dan menggunakan hartanya untuk kebaikan, Qorun justru tetap bersikap angkuh. Kisahnya berakhir tragis ketika Allah menenggelamkan dirinya bersama harta bendanya ke dalam bumi.

اِنَّ قَارُوْنَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوْسٰى فَبَغٰى عَلَيْهِمْۖ وَاٰتَيْنٰهُ مِنَ الْكُنُوْزِ مَآ اِنَّ مَفَاتِحَهٗ لَتَنُوْۤاُ بِالْعُصْبَةِ اُولِى الْقُوَّةِ اِذْ قَالَ لَهٗ قَوْمُهٗ لَا تَفْرَحْ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِيْنَ ۝٧

Artinya: "Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi dia berlaku aniaya terhadap mereka. Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, "Janganlah engkau terlalu bangga. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri." (QS. Al-Qashash 76)

4. Hanam

Haman adalah salah satu tokoh yang disebut dalam Al-Qur'an sebagai pembantu atau penasihat dekat Fir'aun. Ia berperan dalam mendukung kekuasaan Fir'aun dan ikut menentang dakwah Nabi Musa AS.

Dalam beberapa ayat, Fir'aun bahkan memerintahkan Haman untuk membangun bangunan tinggi sebagai bentuk kesombongan untuk menentang ajaran yang dibawa Nabi Musa.

وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَنُرِيَ فِرْعَوْنَ وَهَامٰنَ وَجُنُوْدَهُمَا مِنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَحْذَرُوْنَ ۝٦

Artinya: "Kami pun (berkehendak untuk) meneguhkan kedudukan mereka (Bani Israil) di bumi dan memperlihatkan kepada Firʻaun, Haman, dan bala tentaranya apa yang selalu mereka takutkan dari mereka (Bani Israil)." (QS Al-Qashash 6)

Kisah Haman menggambarkan bagaimana kekuasaan sering kali didukung oleh orang-orang di sekitarnya yang turut mempertahankan kezaliman.

5.Qabil

Qabil dikenal dalam kisah anak Nabi Adam AS sebagai orang yang melakukan pembunuhan pertama dalam sejarah manusia. Ia membunuh saudaranya, Habil, karena diliputi rasa iri dan dengki setelah persembahan Habil diterima oleh Allah sementara persembahannya tidak.

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٢٧

Artinya: "Bacakanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka berita tentang dua putra Adam dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, kemudian diterima dari salah satunya (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata, "Sungguh, aku pasti akan membunuhmu." Dia (Habil) berkata, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa." (QS Al-Ma'idah 27)

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang bahaya iri hati dan bagaimana emosi negatif dapat mendorong seseorang melakukan tindakan yang sangat buruk.

6. Namrud

Namrud dikenal dalam tradisi kisah para nabi sebagai raja yang menentang Nabi Ibrahim AS. Ia digambarkan sebagai penguasa yang sangat sombong dan bahkan mengaku memiliki kekuasaan atas kehidupan dan kematian.

Dalam dialognya dengan Nabi Ibrahim, Namrud berusaha membantah ajaran tentang keesaan Tuhan.

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْ حَاۤجَّ اِبْرٰهٖمَ فِيْ رَبِّهٖٓ اَنْ اٰتٰىهُ اللّٰهُ الْمُلْكَۘ اِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّيَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۙ قَالَ اَنَا۠ اُحْيٖ وَاُمِيْتُۗ قَالَ اِبْرٰهٖمُ فَاِنَّ اللّٰهَ يَأْتِيْ بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِيْ كَفَرَۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۚ ۝٢٥٨

Artinya: "Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya karena Allah telah menganugerahkan kepadanya (orang itu) kerajaan (kekuasaan), (yakni) ketika Ibrahim berkata, "Tuhankulah yang menghidupkan dan mematikan." (Orang itu) berkata, "Aku (pun) dapat menghidupkan dan mematikan." Ibrahim berkata, "Kalau begitu, sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur. Maka, terbitkanlah ia dari barat." Akhirnya, bingunglah orang yang kufur itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim." (QS. Al-Baqarah 258)

Kisah ini menjadi gambaran tentang bagaimana kekuasaan dapat membuat seseorang menolak kebenaran yang jelas.

7. Samiri

Samiri adalah tokoh yang muncul dalam kisah Nabi Musa ketika Bani Israil ditinggalkan sementara oleh Musa untuk menerima wahyu di Gunung Sinai. Samiri memanfaatkan situasi tersebut dengan membuat patung anak sapi dari emas dan mengajak Bani Israil untuk menyembahnya. Tindakan Samiri menyebabkan sebagian kaum tersebut menyimpang dari ajaran tauhid.

قَالَ فَاِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنْۢ بَعْدِكَ وَاَضَلَّهُمُ السَّامِرِيُّ ۝٨٥

Artinya: "Dia (Allah) berfirman, "Sesungguhnya Kami benar-benar telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan dan Samiri telah menyesatkan mereka." (QS. Thaha 84)

8. Iblis

Iblis merupakan tokoh yang digambarkan dalam Al-Qur'an sebagai makhluk yang menolak perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam. Penolakannya didasarkan pada kesombongan karena merasa dirinya lebih mulia, sebab ia diciptakan dari api sementara manusia dari tanah.

Karena pembangkangan tersebut, Iblis kemudian diusir dan bersumpah akan menyesatkan manusia hingga hari kiamat. Kisah Iblis menjadi simbol godaan dan peringatan tentang bahaya kesombongan.

وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اَبٰى وَاسْتَكْبَرَۖ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ ۝٣٤

Artinya: "(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka, mereka pun sujud, kecuali Iblis. Ia menolaknya dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan kafir." (QS. Al-Baqarah 33)

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |