Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
12 February 2026 15:45
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai investasi Artificial Intelligence (AI) telah menembus nilai pada program-program besar di Amerika Serikat (AS).
Ledakan investasi pada AI kini tidak lagi sekadar cerita soal software, tetapi juga terlihat nyata pada pembangunan infrastruktur, terutama pusat data yang menjamur di berbagai wilayah.
Melansir dari Reuters, Dalam periode 2021 hingga 2024, lebih dari 500 pusat data berukuran besar dilaporkan telah dibangun, dengan skala yang bahkan bisa setara beberapa lapangan American Football.
Foto: Reuters
Investasi AI
Kebutuhan tersebut diperkirakan masih akan membengkak. McKinsey memperkirakan investasi sekitar US$5,2 triliun untuk pusat data dibutuhkan hingga 2030 agar permintaan AI global bisa terpenuhi.
Di saat yang sama, dana AI juga mengalir ke sektor riil seperti kesehatan, kendaraan otonom, teknologi keuangan, dan manufaktur, seiring perusahaan berlomba memanfaatkan AI generatif demi meningkatkan produktivitas.
Euforia tersebut ikut memanaskan pendanaan dan valuasi pada perusahaan berbasis AI. Raksasa teknologi seperti Microsoft dan Alphabet semakin agresif menggelontorkan dana untuk investasi di AI. Sementara itu, perusahaan startup AI pada kuartal I-2025 telah berhasil menghimpun dana lebih dari US$70 miliar dan menyerap hampir 60% dari total pendanaan modal global.
Namun, lonjakan valuasi tidak selalu berarti lonjakan laba, karena pertumbuhan pendapatan perusahaan AI disebut masih tertinggal dibanding laju kenaikan valuasinya.
Foto: Reuters
Valuasi dan Pendapatan Perusahaan AI
Investasi Raksasa AS Dari Bom Atom Hingga Mendarat di Bulan Kalah Dari Demam AI
Jika dibandingkan dengan proyek-proyek besar Amerika Serikat dalam sejarah, skala investasi pada teknologi AI kini sudah berada di kelas yang sama, bahkan melampauinya. Seperti contoh pada Manhattan Project, program masa perang yang mengembangkan senjata nuklir pertama pada 1942 hingga 1946, diperkirakan menelan biaya sekitar US$30 miliar.
Sementara Program Apollo, upaya NASA selama satu dekade untuk mendaratkan manusia di Bulan, menghabiskan sekitar US$298 miliar.
Hingga 2024, investor telah menaruh hampir US$1,6 triliun ke pengembangan teknologi AI sejak 2013. Proyeksi 2025 diperkirakan menambah sekitar US$375 miliar lagi, yang berarti investasi AI dalam satu tahun berpotensi melampaui total biaya Program Apollo.
Nilai tersebut juga sudah melewati tingginya investasi pada jaringan telekomunikasi di AS pada 1996 hingga 2000 yang diperkirakan sekitar US$910 miliar.
Namun demikian, investasi AI masih belum menembus rekor proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah AS, yakni pembangunan jaringan perkeretaapian.
Pada dekade 1840-an hingga 1860-an, nilai investasi pembangunan rel disebut mencapai sekitar US$3 triliun dalam nilai uang saat ini, jauh di atas akumulasi investasi AI sejak 2013 hingga 2024.
Meski memunculkan banyak kekhawatiran akan derasnya arus investasi ke AI, dengan data-data diatas membuktikan bahwa nilai investasinya semakin mendekati ke level yang sebanding dengan sejumlah pembangunan teknologi paling transformatif sepanjang sejarah.
Namun, sejarah juga memberi pelajaran bahwa teknologi yang akhirnya bertahan lama tidak otomatis membuat semua investor menang. Mereka yang masuk terlalu dini atau salah memilih taruhan tetap bisa merugi, sementara pihak lain justru meraup keuntungan besar. Akhir cerita tingginya investasi pada teknologi AI pun masih belum jelas, termasuk siapa yang akan keluar sebagai pemenang dan siapa yang tertinggal.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392922/original/058076400_1761535740-ATK_Bolanet_BRI_Super_League_2025_26_Persib_vs_Persis_Solo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395563/original/063153100_1761711808-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__2_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383180/original/082158500_1760632502-Azrul_Ananda___Robertino_Pugliara__dok_Persebaya_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317021/original/038490300_1755266531-SaveClip.App_533385198_17850905229531514_3419499828321647333_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347461/original/084430700_1757672387-547847842_18531923638014746_4748068569041253567_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)









:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5048041/original/074776600_1734010897-20241212AA_Asean_Cup_2024_Indonesia_vs_Laos-17.JPG)