Amran Batasi Bantuan Pupuk dan Benih Maksimal 5 Ha/Petani, Ini Alasannya

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan, bantuan pemerintah berupa pupuk subsidi dan benih hanya diperuntukkan bagi petani dengan luasan lahan tertentu. Pemerintah, katanya, membatasi penerima bantuan tersebut untuk lahan maksimal 5 hektare per petani, sementara yang memiliki lahan di atas itu dikategorikan sebagai pengusaha.

Amran mengatakan, kebijakan tersebut diterapkan agar bantuan negara tepat sasaran dan benar-benar diterima petani kecil hingga menengah.

"Oh luasan memang begitu (dibatasi kuota), kalau di atasnya ya pengusaha. Jadi jatahnya itu biasanya 2 hektar sampai maksimal 5 hektar," kata Amran dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Ia memastikan setiap petani mendapatkan bantuan pupuk maupun benih untuk luas tanam 2-5 hektare, dan berlaku untuk semua komoditas.

"Karena 2 sampai 5 hektare (subsidi pupuk dan benih), untuk satu orang. Tetapi kalau di atas itu (luasan tanamannya), itu sudah pengusaha," ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian saat ini tengah menjalankan program pengembangan perkebunan nasional melalui penyediaan benih untuk berbagai komoditas strategis. Amran mengatakan, pihaknya baru saja mengumpulkan seluruh penyedia benih perkebunan dari berbagai daerah di Indonesia.

"Hari ini kami kumpulkan seluruh penyedia pembibitan perkebunan seluruh Indonesia, yang targetnya total adalah 870.000 hektar seluruh Indonesia. Komoditasnya adalah kopi, kakao, tebu, kelapa, mete, pala. Ini komoditas strategis yang demand-nya tinggi tingkat dunia. Ini mungkin terbesar juga sepanjang sejarah atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)," tutur dia.

Program tersebut akan dikawal secara ketat oleh berbagai lembaga, mulai dari Satgas Pangan, TNI, Polri hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Amran, pengawasan diperlukan karena kualitas benih akan menentukan produktivitas tanaman dalam jangka panjang.

"Sekali lagi, ini kita kawal bersama. Tadi ada Satgas Pagan, TNI, Polri, dan KPK. Kami minta ini dikawal, kita kawal bersama karena ini adalah masa depan anak cucu kita," pungkas Amran.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |