Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, tengah menyiapkan pembangunan stasiun Commuter Line (KRL) di kawasan Jakarta International Stadium (JIS).
Program ini dilaksanakan melalui koordinasi bersama Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), dengan dukungan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro sebagai pengelola kawasan.
Direktur Utama PT Jakpro, Iwan Takwin mengatakan, penguatan transportasi publik menjadi fokus berkelanjutan Pemprov DKI dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu yang diwujudkan melalui aksesibilitas JIK jadi simpul baru aktivitas publik di Jakarta Utara.
Menurutnya adanya stasiun KRL akan menjadi perubahan vesar dalam mendukung operasional stadion secara menyeluruh. Stasiun itu direncanakan berada di sisi utara stadion, sehingga memudahkan akses langsung bagi penonton, terutama dari arah Jakarta Kota dan Tanjung Priok tanpa perlu berganti moda transportasi.
Iwan juga menjelaskan bahwa pembangunan stasiun ini tidak hanya sebatas infrastruktur transportasi, tapi juga menjadi bagian dari pengembangan TOD di Jakarta Utara.
"Stasiun KRL ini akan terletak tepat di sisi utara stadion, sehingga memudahkan penonton dari berbagai wilayah, terutama dari arah Jakarta Kota dan Tanjung Priok, untuk langsung mencapai lokasi tanpa perlu berganti moda transportasi," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (12/4/2026).
Ia menyebut, integrasi ini dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi dengan ruang publik yang hidup, menjadikan JIS tidak hanya sebagai stadion, tetapi juga sebagai multipurpose venue yang aktif sepanjang waktu.
"Dengan pendekatan ini, kawasan JIS diharapkan berkembang menjadi pusat kegiatan yang terintegrasi, mulai dari olahraga, hiburan, hingga aktivitas komunitas, yang didukung oleh akses transportasi publik yang mudah, nyaman, dan berkelanjutan," jelasnya.
Iwan mengatakan, stasiun KRL JIS ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Juni 2026. Kehadirannya diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar, mulai dari pertandingan sepak bola hingga konser musik internasional.
Dengan kapasitas angkut yang besar, KRL dinilai mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi tantangan utama di kawasan tersebut, terutama saat stadion beroperasi penuh dengan kapasitas hingga 82.000 penonton.
Selain itu, proyek ini diharapkan mendorong peralihan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum. Dampaknya, kemacetan di Jalan RE Martadinata dan sekitarnya saat acara besar berlangsung dapat ditekan secara signifikan.
"Secara keseluruhan, penguatan akses transportasi publik ini turut mendukung pemenuhan standar internasional JIS, termasuk persyaratan FIFA, sekaligus meningkatkan peluang stadion ini menjadi tuan rumah berbagai ajang global," tuturnya.
(emy/wur)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450746/original/023400300_1766159119-national-773x380.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102047/original/017122200_1737427568-safee-sali_30ea701.jpg)
