Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
05 March 2026 16:25
Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas pembelian emas oleh bank sentral dunia masih berlanjut pada awal 2026, meski lajunya mulai melambat.
World Gold Council mencatat pembelian bersih bank sentral global pada Januari mencapai sekitar 5 ton. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata bulanan sepanjang 2025 yang berada di kisaran 27 ton.
Menurut laporan World Gold Council, penurunan tempo pembelian pada awal tahun berkaitan dengan volatilitas harga emas serta faktor musiman setelah periode libur akhir tahun. Walau demikian, ketidakpastian geopolitik tetap menjadi latar yang mendorong bank sentral mempertahankan kepemilikan emas dalam cadangan devisa.
Dari sisi negara, Uzbekistan muncul sebagai pembeli terbesar pada Januari dengan tambahan sekitar 9 ton. Aksi ini melanjutkan tren akumulasi yang telah berlangsung sejak Oktober tahun lalu. Total cadangan emas Uzbekistan kini mencapai sekitar 399 ton, dengan porsi emas dalam cadangan devisa naik tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Malaysia juga kembali masuk daftar pembeli setelah cukup lama absen. Bank Negara Malaysia menambah sekitar 3 ton emas pada Januari, pembelian pertama sejak 2018. Cadangan emas negara tersebut kini berada di kisaran 42 ton atau sekitar 5% dari total cadangan devisa.
Selain dua negara tersebut, beberapa bank sentral lain turut meningkatkan kepemilikan emas. Republik Ceko dan Indonesia masing-masing menambah sekitar 2 ton. China dan Serbia tercatat membeli sekitar 1 ton. Aktivitas ini memperlihatkan basis pembeli emas bank sentral yang semakin beragam pada awal tahun.
Di sisi lain, terdapat beberapa negara yang melakukan pelepasan cadangan.
Bank of Russia menjadi penjual terbesar pada Januari dengan penjualan sekitar 9 ton. Bulgaria juga melepas sekitar 2 ton emas sebagai bagian dari proses integrasi cadangan ke sistem bank sentral Eropa setelah negara tersebut resmi mengadopsi euro pada awal 2026. Kazakhstan dan Kyrgyz Republic masing-masing mengurangi cadangan sekitar 1 ton.
Perkembangan lain datang dari Korea Selatan. Bank of Korea berencana memasukkan ETF emas fisik yang tercatat di bursa luar negeri ke dalam portofolio cadangan devisa mulai kuartal I-2026.
Instrumen ini dipilih karena likuiditas dan kemudahan transaksi dibandingkan pembelian emas fisik langsung. Saat ini bank sentral Korea Selatan menyimpan sekitar 104 ton emas atau sekitar 4% dari total cadangan devisa.
World Gold Council menilai munculnya nama-nama baru dalam daftar pembeli bisa menjadi pola yang semakin terlihat pada 2026. Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan kepemilikan emas oleh bank sentral sering berkaitan dengan upaya negara memperkuat posisi cadangan di tengah perubahan lanskap ekonomi dan geopolitik global.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403623/original/076212200_1762332363-PSS.jpg)






