Banyak Warga RI Rajin Nabung Dolar, Tabungan Valas Naik 185%

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Pertumbuhan rekening dolar Amerika Serikat (AS) semakin tinggi. Data distribusi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat rekening dolar AS naik 185,5% secara tahunan atau year on year (yoy) per Juni 2026.

Seiring dengan peningkatan tersebut, nominal tabungan mata uang asing juga bertumbuh double digit. Tercatat jumlah nominal rekening tabungan valuta asing (valas) sebesar Rp1.741,46 triliun, naik 19,5% yoy.

Chief Economist Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Winang Budoyo menilai kenaikan ini terjadi karena masyarakat mencari aset lindung nilai di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Karena rupiahnya melemah, semua itu, orang untuk mencari keamanan, dia lebih banyak menyimpan uangnya dalam bentuk dolar," kata Winang di Kelas Jurnalis Perbanas, Griya Perbanas, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Ia mengatakan perputaran uang masyarakat masih sama, namun kini ada yang dikonversikan ke dolar AS.

"Jadi di situ sebetulnya dari sisi perputaran uangnya itu sebetulnya masih sama saja cuman jenisnya dari rupiah di convert ke dolar hanya untuk menjaga keamanan uang mereka itu saja," tutur Winang.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS, Anggito Abimanyu menyebut kenaikan tinggi pertumbuhan rekening dolar AS berasal dari pertumbuhan rekening dolar dengan tiering nominal simpanan lebih dari Rp5 miliar.

"Yang jumlah yang di atas Rp5 miliar yang naik. Ya itu naik kelas, cuma jumlahnya memang naik," kata Anggito saat ditemui di sela-sela acara Seminar Nasional & Pelantikan ISEI Jakarta Komisariat Perbanas, di Perbanas Institute Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Winang memandang pertumbuhan rekening dolar AS lebih dari 180% yoy itu didorong oleh rekening nasabah ritel atau perorangan. Hal ini menjelaskan mengapa secara nominal, pertumbuhan rekening dolar AS tidak sekencang jumlah rekeningnya.

"Jadi bisa dibilang gini, logikanya adalah yang banyak nambah account US dollar, itu adalah lebih ke perseorangan. Nah kalau perserorangan, berarti kan memang nominalnya lebih terbatas dibandingkan yang korporasi. Di sisi lain, korporasi selama ini mereka udah punya account dalam US dollar gitu, jadi dalam bayangan saya ini adalah yang tumbuhnya masif itu dari sisi retail atau perseorangan," jelasnya.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |