Bill Gates Sembunyi Usai Kena Kasus Epstein, Tak Mau Muncul di Publik

14 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Bill Gates menjadi salah satu orang terkaya dan tokoh berpengaruh dunia yang namanya muncul dalam kasus Jeffrey Epstein. Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DoJ) menunjukkan hubungan Gates dan Epstein, terpidana kejahatan seksual dan perdagangan manusia.

Dokumen itu memuat sebuah draf email dari Epstein yang berisi tuduhan serius terhadap Gates. Epstein mengklaim hubungannya dengan sang miliarder mencakup bantuan untuk mendapatkan obat-obatan guna mengatasi konsekuensi hubungan seksual dengan perempuan Rusia, hingga memfasilitasi pertemuan terlarang dengan perempuan yang sudah menikah.

Bahkan, ada pula draf email yang menunjukkan interaksi Gates dan Epstein terkait pandemi. Hal ini menghebohkan ranah internet. Banyak netizen berspekulasi bahwa kedua pria tersebut sedang membahas simulasi pandemi Covid-19.

Gates sudah menanggapi hubungannya dengan Epstein, hingga spekulasi yang menyebut ia merencanakan pandemi Covid-19. Secara singkat, ia membantah berbagai anggapan yang beredar di publik.

Gates menegaskan pertemuannya dengan Epstein dimulai pada 2011 dan murni untuk kepentingan penggalangan dana kesehatan. Ia menegaskan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia maupun memiliki hubungan dengan perempuan yang disediakan oleh Epstein.

Bill Gates Tak Mau Tampil di India

Terlepas dari fakta dokumen kasus Epstein dan bantahan Gates, kini pendiri Microsoft tersebut tampak 'sembunyi' dari acara publik. Ia membatalkan kehadirannya dalam gelaran 'AI Impact Summit' di India hanya beberapa jam sebelum dijadwalkan untuk menjadi pembicara keynote pada Kamis (19/2) waktu setempat.

The Gates Foundation mengatakan Gates tak akan menyampaikan pidato dalam gelaran tersebut "untuk memastikan fokusnya hanya kepada prioritas kunci di AI Summit," dikutip dari Reuters, Kamis (19/2/2026).

Padahal, beberapa hari lalu The Gates Foundation sempat membantah rumor yang menyebut Gates akan absen dari acara besar yang digelar pemerintah India. Yayasan tersebut kala itu menekankan Gates tetap akan hadir sesuai jadwal.

Perdana Menteri Narendra Modi dijadwalkan untuk memberikan pidato dalam gelaran tersebut, bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macro, CEO Google Sundar Pichai, CEO OpenAI Sam Altman, dan CEO Anthropic Dario Amodei.

Absennya Gates menyusul dengan pembatalan dari sosok penting lain, yakni CEO Nvidia Jensen Huang. Hal ini menambah kekacauan dalam gelaran yang digadang-gadang sebagai forum AI pertama di Global Selatan.

Gelaran AI Pertama India Kacau Balau

AI Impact Summit pertama India menjadi headline pemberitaan di mana-mana. Bukan gara-gara produk yang ditampilkan atau pembicara yang hadir, melainkan kekacauan manajemen yang membuat audiens geram.

Banyak yang menyebut acara tersebut menunjukkan kurangnya perencanaan dari pemerintah India.

Aula pameran konferensi ditutup untuk publik pada hari Kamis (19/2) dalam langkah mengejutkan yang menyebabkan kemarahan lebih lanjut di antara para peserta.

Pada Rabu (18/2), universitas India Galgotias diminta untuk mengosongkan stand mereka setelah seorang anggota staf mempresentasikan anjing robot komersial buatan China sebagai ciptaan mereka sendiri.

Kekacauan juga melanda kota, dengan orang-orang di media sosial mengeluhkan kemacetan lalu lintas karena polisi menutup jalan untuk memberikan prioritas pada tamu-tamu VIP.

Pada Rabu (18/2), rekaman di media sosial menunjukkan puluhan peserta konferensi berjalan kaki bermil-mil di pusat Delhi karena jalan-jalan ditutup untuk lalu lintas, tanpa taksi dan tanpa layanan antar-jemput yang diatur.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |