Breaking News! 15 Menit Pasca Dibuka IHSG Ambruk 2,4%

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah 187,91 poin atau turun 2,40% ke level 7.746,21 pada pembukaan perdagangan pagi ini, Rabu (4/3/2026).

Pelemahan pagi ini melanjutkan koreksi signifikan pada perdagangan kemarin di mana IHSG turun 0,96% dan dua hari sebelumnya ambruk 2,65%. Sebanyak 563 saham turun, 117 naik, dan 278 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 5,23 triliun, melibatkan 9,45 miliar saham dalam 598 ribu kali transaksi.

Seperti diketahui, semenit setelah pasar buka, IHSG terkoreksi makin dalam dan turun hingga 1,48%.

Saham BUMI, GOTO dan BMRI tercatat paling ramai ditransaksikan pagi ini, ketiganya tercatat melemah. Emiten tambang emas tercatat kompak melemah dan menjadi pemberat kinerja IHSG pagi ini.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan, terutama dari luar negeri. Perang Iran dan penutupan Selat Hormuz meningkatkan ketidakpastian global.

Dari dalam negeri, stimulus lebaran diharapkan bisa menjadi katalis positif hari ini.

Menjelang Idulfitri 1447 H, pemerintah menggulirkan serangkaian kebijakan untuk menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026.

Instrumen utamanya adalah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara dan pekerja swasta, disertai Bonus Hari Raya (BHR) untuk mitra pengemudi ojek online serta sejumlah stimulus tambahan seperti diskon transportasi dan bantuan pangan.

Untuk aparatur negara, THR mulai dicairkan bertahap sejak 26 Februari 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komponen THR dibayarkan penuh 100%, mencakup gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan jabatan atau kinerja sesuai regulasi.

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp55 triliun, naik sekitar 10% dari tahun lalu, yang dialokasikan kepada 2,4 juta ASN pusat dan TNI/Polri (Rp22,2 triliun), 4,3 juta ASN daerah (Rp20,2 triliun), serta 3,8 juta pensiunan (Rp12,7 triliun). Ia juga menekankan bahwa THR berbeda dari gaji ke-13 yang akan dibayarkan terpisah pada Juni 2026.

Masih dari dalam negeri Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan perkembangan penting terbaru dalam upaya pemenuhan tuntutan dari penyedia indeks global MSCI.

OJK mengungkapkan regulator dan SRO telah melakukan pemutakhiran terkait pengungkapan data pemegang saham dengan kepemilikan lebih dari 1% yang wajib disetorkan sebagai keterbukaan informasi publik. Untuk pertama kalinya KSEI mengungkapkan kepemilikan saham investor dengan porsi di atas 1% per 27 Februari 2026 yang disampaikan Selasa (3/3/2026) kemarin.

Kemudian, OJK menyampaikan terkait reklasifikasi pemegang saham dari 9 tipe investor menjadi 27 tipe investor sedang dikejar oleh KSEI dan Anggota Bursa (AB) dan saat ini progresnya telah mencapai 94%.

Selanjutnya terkait kenaikan free float minimum dari 7,5% ke 15%, OJK menyampaikan saat ini prosesnya masih dilaksanakan di internal BEI dan selanjutnya akan disetujui oleh OJK sehingga dapat segera diberlakukan.

Terakhir OJK juga menyampaikan akan menghadirkan shareholder concentration list, dimana ini akan mempermudah investor mempertimbangkan risiko konsentrasi dan kesulitan mendapatkan saham yang dimaksud di pasar.

(ayh/ayh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |