BRI Liga 1: Meski Sulit, Septian David Maulana Pede PSIS Selamat dari Ancaman Degradasi

17 hours ago 6

Bola.com, Semarang - Kapten PSIS Semarang, Septian David Maulana, menyadari timnya menghadapi tantangan yang amat sulit untuk lolos dari ancaman degradasi pada kompetisi BRI Liga 1 2024/2025.

Saat ini, PSIS Semarang memang sudah tersungkur ke zona merah setelah serangkaian hasil buruk pada beberapa laga terakhirnya. Mereka berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 24 poin dari 27 laga.

Kondisi ini tak terlepas dari rekor buruk yang menjerat Mahesa Jenar. Sebab, mereka sudah melalui tujuh pertandingan tanpa meraih kemenangan, dengan rincian empat kali kalah dan tiga kali bermain imbang.

Dengan kondisi yang amat memprihatinkan ini, Septian David Maulana mengakui apabila PSIS tengah tertatih-tatih menuju akhir musim. Namun, timnya tetap menyimpan keyakinan untuk bisa selamat dari ancaman degradasi.

Berita video Bonek dan The Jakmania Serukan Suara Perdamaian di BRI Liga 1

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Misi Selamat dari Degradasi

Septian David Maulana telah berusaha meyakinkan rekan-rekannya untuk tetap berjuang hingga akhir musim. Dia meminta seluruh elemen tim untuk membantu perjuangan Mahesa Jenar agar bertahan di kasta tertinggi.

“Ya, memang ketika berada di bawah, situasinya sangat sulit. Namun, kami, semua pemain, merasa yakin dan percaya akan bisa bangkit kembali keluar dari zona degradasi,” ujar Septian David Maulana.

“Meskipun susah, sebisa mungkin kami harus memotivasi diri sendiri dulu. Saya sampaikan kepada teman-teman, ayo kita bantu tim ini untuk selamat dari degradasi,” tambah pemain berusia 28 tahun itu.

Penting untuk Pemain

Menurut David, upaya memperjuangkan nasib Mahesa Jenar sebetulnya punya arti penting bagi pemain. Sebab, ini bisa menentukan masa depan para pemain pada musim berikutnya, termasuk jika mencari klub baru.

“Saya, dalam setiap pertandingan sering bilang, maksimalkan dalam bermain. Ini peluang kamu, bukan hanya di sini, tetapi juga untuk musim selanjutnya. Entah suatu saat tidak di PSIS lagi, manfaatkan kesempatan ini dan saya tekankan, selamatkan tim ini,” kata dia.

Catatan Gol Buruk

Salah satu yang menghambat PSIS meraih hasil maksimal dalam setiap pekannya memang tak bisa dilepaskan dari ketajaman lini serang yang amat memprihatinkan. Mereka jadi tim dengan produksi gol terendah di BRI Liga 1 musim ini.

Pasalnya, anak asuh Gilbert Agius hanya bisa mencetak 22 gol dari 27 laga. Angka ini menjadi yang terendah di antara semua kontestan. Kehadiran sosok pemain tajam memang jadi hambatan tersendiri bagi Mahesa Jenar.

Sejauh ini, hanya ada Sudi Abdallah dan Septian David Maulana yang sama-sama mencetak empat gol. Tentu saja, kontribusi ini masih amat minim karena tak ada pemain yang muncul sebagai mesin gol andalan.

Read Entire Article
| | | |