BRI Super League: Kolaps di Tengah Laga Persijap Vs Persebaya, Rahmat Hidayat Didiagnosis Terkena Hipoglikemia dan Hipokalemia

17 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - Bek Persijap Jepara, Rahmat Hidayat, kolaps di tengah lapangan ketika sedang bermain melawan Persebaya Surabaya dalam pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, pada Sabtu (21/2/2026) malam WIB.

Rahmat Hidayat tiba-tiba terjatuh ketika Persijap hendak membangun serangan. Pemain berusia 23 tahun itu sempat melambaikan tangannya.

Sempat mendapatkan penangan dari tim medis, Rahmat Hidayat terpaksa diangkut ambulans ke rumah sakit terdekat untuk menerima perawatan intensif.

Rahmat Hidayat, yang turun sebagai starter ke-18 dari 20 pertandingannya di BRI Super League musim ini, digantikan oleh Buyung Ismu pada menit ke-67.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kabar dari Persijap

Persijap mengabarkan bahwa Rahmad Hidayat mengalami Hipoglikemia dan Hipokalemia.

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah atau glukosa berada di bawah normal, umumnya di bawah 70 mg/dL. Glukosa ialah sumber energi utama bagi tubuh, terutama untuk otak, sehingga jika kadarnya terlalu rendah, fungsi tubuh bisa terganggu.

Kondisi ini paling sering terjadi pada penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah, tetapi juga bisa dialami orang tanpa diabetes, misalnya karena terlambat makan, puasa terlalu lama, olahraga berat tanpa asupan cukup, atau gangguan kesehatan tertentu.

Penjelasan Dokter Persijap

Sementara, Hipokalemia adalah kondisi ketika kadar kalium atau potasium dalam darah lebih rendah dari normal, biasanya di bawah 3,5 mmol/L.

Kalium ialah mineral penting yang berperan dalam fungsi otot, saraf, dan irama jantung. Jika kadarnya turun, kerja otot dan jantung bisa terganggu.

"Tadi Rahmat sempat black out di lapangan, terus kita evaluasi, kita cek jantungnya, kita cek saturasi oksigennya, sudah ada perbaikan di rumah sakit," ujar dokter Persijap, dr. Ary Setiawan.

"Setelah dari rumah sakit kita evaluasi lagi 24 jam ke depan untuk mengantisipasi case yang lebih parah," jelas Ary.

Read Entire Article
| | | |