Bukan Timur Tengah, Trump Kuasai Cadangan Minyak Raksasa di Sini

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan langkah besar untuk memperluas kendali Washington atas industri minyak Venezuela. Pemerintah AS disebut telah mengamankan kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti Venezuela melalui kemitraan dengan perusahaan swasta.

Langkah tersebut menjadi upaya AS mengambil porsi besar dari cadangan minyak Venezuela yang sangat melimpah. Trump bertaruh perusahaan-perusahaan Amerika dapat menghidupkan kembali industri energi Venezuela yang selama bertahun-tahun terpuruk, sekaligus meningkatkan pasokan minyak mentah ke AS dan membantu menekan harga bahan bakar.

Trump tidak memberikan banyak rincian mengenai struktur kesepakatan tersebut. Ia hanya mengatakan AS telah memperoleh kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti Venezuela.

"Atas arahan saya, Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Perang Pete Hegseth, bekerja sama erat dengan Presiden Interim Venezuela yang sangat dihormati, Delcy Rodriguez, dan melalui kemitraan dengan perusahaan swasta, telah mengamankan kendali mayoritas AS atas lebih dari 65 MILIAR BAREL cadangan minyak terbukti di Venezuela, tanpa biaya bagi pembayar pajak Amerika," tulis Trump di Truth Social.

Pengumuman tersebut muncul setelah negosiasi AS dan Venezuela berlangsung selama beberapa pekan. Kesepakatan yang dibahas bertujuan memberikan perusahaan-perusahaan Amerika akses jangka panjang ke sejumlah ladang minyak Venezuela sekaligus memastikan minyak mentah hasil produksinya mengalir ke AS.

Sebelumnya, sejumlah sumber mengatakan model sewa menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan. Dalam skema tersebut, sejumlah ladang minyak Venezuela berpotensi dilelang kepada produsen asal AS.

Namun, model itu dapat menghadapi tantangan hukum dan konstitusional di Venezuela. Pasalnya, pemerintah Venezuela masih mempertahankan kendali atas aktivitas utama industri minyak nasional.

Jika terealisasi, kesepakatan ini akan menjadi perluasan dramatis peran AS dalam industri minyak Venezuela. Pemerintahan Trump berupaya menghidupkan kembali produksi energi Venezuela yang telah mengalami kemerosotan sekaligus mendapatkan pasokan minyak mentah tambahan bagi kilang-kilang AS.

Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Namun, produksi negara tersebut saat ini hanya sekitar 1,25 juta barel per hari, jauh di bawah potensinya setelah bertahun-tahun dihantam kurangnya investasi, salah kelola, serta sanksi.

Meski mengumumkan kendali mayoritas tersebut, Trump belum menjelaskan bagaimana kesepakatan akan dijalankan. Tidak ada rincian mengenai struktur perjanjian, ladang minyak mana saja yang terlibat, perusahaan apa yang akan mengambil bagian, maupun bagaimana AS akan menjalankan kendali mayoritas atas cadangan tersebut.

AS Incar Minyak Venezuela

Sejak AS menangkap dan menyingkirkan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan pada Januari, Washington terus berupaya memastikan aliran minyak Venezuela yang stabil ke kilang-kilang AS.

Pada saat yang sama, pemerintahan Trump mendorong masuknya investasi perusahaan Amerika ke sektor energi Venezuela.

Langkah tersebut juga memiliki dimensi politik domestik bagi Trump. Pemerintahannya menghadapi tekanan menjelang pemilihan paruh waktu yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini, terutama akibat kenaikan harga bensin.

Pasokan minyak yang lebih murah dan peningkatan produksi di Venezuela berpotensi membantu meredakan tekanan harga bahan bakar di AS.

Washington juga tengah mencari cara untuk mengisi kembali cadangan minyak strategis AS yang digunakan sebagai penyangga ketika terjadi gangguan pasokan.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melakukan pertukaran minyak mentah dengan produsen-produsen minyak AS.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |