Jakarta, CNBC Indonesia - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Persero), bagian dari BRI Group menerapkan bunga pembiayaan sebesar 8% melalui program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Hal ini dilakukan untuk mendorong perekonomian ultra mikro di akar rumput.
Direktur Utama PNM Kindaris menyampaikan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menerjemahkan agenda besar pemerintah menjadi manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Arahan Presiden untuk memperkuat ekonomi rakyat menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan akses pembiayaan yang semakin terjangkau. Bagi PNM, pembiayaan bukan hanya tentang memberikan modal, tetapi bagaimana akses tersebut dapat menjadi pintu bagi ibu-ibu pengusaha ultra mikro untuk tumbuh, semakin mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya," ujar Kindaris dalam keterangan resmi, dikutip Kamis, (13/8/2016).
Dengan program ini, masyarakat kecil, pengusaha ultra mikro kini mendapatkan ruang yang semakin besar untuk mengembangkan usahanya. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat akses keuangan formal sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi.
Langkah tersebut mempertegas keberpihakan terhadap pengusaha di tingkat akar rumput, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro yang selama ini menjadi penggerak ekonomi keluarga. Kehadiran pembiayaan yang semakin terjangkau diharapkan dapat memberikan ruang bagi nasabah untuk mengelola modal secara lebih optimal, mempertahankan keberlangsungan usaha, hingga memperbesar peluang untuk tumbuh.
Pada saat yang sama, perluasan akses pembiayaan juga menjadi bagian penting dalam mendorong semakin banyak masyarakat masuk dan berkembang dalam ekosistem keuangan formal.
Lebih dari sekadar akses permodalan, model pemberdayaan yang dijalankan turut mengintegrasikan pembiayaan dengan pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, literasi keuangan, pengembangan jejaring bagi nasabah serta solidaritas sosial sehingga nasabah harus hadir dan mengikuti mekanisme yang berlaku dalam kelompok. Pendekatan tersebut menjadikan penerapan bunga 8% sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan yang lebih luas, sehingga manfaat yang diterima masyarakat tidak berhenti pada akses modal.
Sebelumnya, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan, pihaknya telah mengadakan pertemuan antara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Danantara.
Pertemuan tersebut untuk membicarakan mengenai program kredit untuk 14 juta perempuan yang selama ini berada dalam naungan program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera).
Dalam pertemuan ini, menurut Maman, pemerintah memutuskan untuk mempercepat program PNM Mekaar. Sesuai arahan Presiden, bunga yang diberikan akan diturunkan dari semua 20% secara rata-rata menjadi di bawah 10%.
"kan itu arahan dan perintah dari Pak Presiden agar bunga yang selama ini didapatkan oleh, diterima oleh ibu-ibu yang tergabung dalam program Mekar yang ada kurang lebih sekitar 14 jutaan itu, bunganya kurang lebih sekitar 20%-an average. Jadi, ada yang 21%, dari 18% sampai 24%-an itu, tapi kita average-kan kurang lebih 20%," kata Maman.
Setelah diformulasikan, lalu diputuskan bunganya sebesar 8%. Dia berharap hal ini bisa membantu para ibu-ibu prasejahtera.
"Perintah dari Pak Presiden harus didorong di bawah 10% agar tidak membebani beliau-beliau, ibu-ibu yang masuk dalam golongan pra-sejahtera. Alhamdulillah, formulasi, pola, mekanismenya sudah ketemu dan diputuskan, bunganya kurang lebih sekitar 8%," lanjut Maman.
Maman pun mengungkapkan program PNM Mekaar dengan bunga 8% ini akan diluncurkan pada awal September.
(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540760/original/058441900_1774811482-Gemini_Generated_Image_96c2f296c2f296c2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563444/original/076459000_1776870755-rakha.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559198/original/021640500_1776531115-20260418BL_Clash_of_Legends.jpg.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559674/original/073360800_1776606411-IMG_1712.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560726/original/010388300_1776679757-HGVqeRxaUAAGzAN.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469507/original/040248800_1768124715-20260111AA_BRI_Super_League_Persib_Bandung_vs_Persija_Jakarta-01.JPG)

