Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah dan RI Tak Bergantung Dolar AS

7 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia (BI) atas langkah memperkuat posisi rupiah dalam transaksi internasional, melalui kerja sama dengan bank sentral China dan Hong Kong.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi upaya serius untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dalam perdagangan dan transaksi keuangan lintas negara.

Apresiasi itu disampaikan menyusul penandatanganan kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur People's Bank of China (PBOC) Pan Gongsheng di Shanghai, China, pada 11 Juni 2026 lalu.

Dalam rangkaian kerja sama tersebut, juga ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai perluasan implementasi Local Currency Transaction (LCT) yang kini mencakup Hong Kong. Penandatanganan dilakukan bersama Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Eddie Yue.

Menurut Dasco, kesepakatan tersebut membuka peluang transaksi antara Indonesia, China Daratan, dan Hong Kong menggunakan mata uang lokal masing-masing, yakni rupiah dan renminbi, tanpa harus bergantung pada dolar AS.

Ilustrasi Dollar RupiahIlustrasi Dollar Rupiah Foto: Muhammad Luthfi Rahman

Selain memperluas penggunaan mata uang lokal, kedua negara juga menyepakati implementasi QRIS lintas batas. Dengan sistem tersebut, transaksi antara pelaku usaha Indonesia dan China dapat dilakukan secara langsung menggunakan sistem pembayaran QRIS yang telah terhubung antarnegara.

Saat ini, sistem tersebut disebut telah melibatkan 191 penyedia layanan pembayaran di China dan 24 penyedia layanan di Indonesia yang saling terintegrasi.

Dasco menilai langkah BI tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap perdagangan kedua negara, yang nilainya terus meningkat. Pada 2025, total transaksi ekspor-impor Indonesia dan China tercatat mencapai US$154,5 miliar.

Dengan berlakunya kesepakatan terbaru tersebut, transaksi perdagangan kedua negara berpotensi semakin banyak menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT), yakni rupiah dan renminbi, sehingga kebutuhan penggunaan dolar AS dapat ditekan.

"Dengan disepakati perjanjian antara Bank Indonesia dengan People's Bank of China maka transaksi export-import Indonesia dengan China yang pada tahun 2025 yang mencapai US$154,5 miliar, setelah perjanjian tersebut ditandatangani, maka bisa menggunakan LCT yaitu rupiah dengan renminbi tanpa bergantung lagi dengan dolar Amerika Serikat. Ini upaya yang sangat serius dalam mengurangi kebutuhan dollar Amerika Serikat untuk transaksi dagang. Termasuk digunakan nya QRIS lintas negara antara Indonesia-China," jelasnya.

Menurut Dasco, semakin luas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional dapat memperkuat posisi rupiah, sekaligus mengurangi risiko yang muncul akibat fluktuasi dolar AS dalam transaksi perdagangan dan investasi.

Kerja sama antara BI, People's Bank of China, dan Hong Kong Monetary Authority tersebut juga dinilai menjadi langkah strategis untuk memperdalam integrasi ekonomi dan keuangan Indonesia, dengan mitra dagang utamanya di kawasan Asia.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |