Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Japan - Indonesia Business Forum, di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026). Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia akan menggencarkan penggunaan motor hingga mobil listrik.
Forum itu dihadiri para pengusaha Indonesia dan Jepang yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, juga Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI), hingga representatif dari Pemerintahan Jepang yakni Vice Minister of Economy, Trade and Industry (METI) Takuo Komori.
Saat itu, Prabowo bicara mengenai upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian harga energi. Salah satunya yaitu dengan mendorong penggunaan energi baru terbarukan.
"Kami ingin memperluas seluruh upaya di sektor ini, dan karena itu saya pikir kami akan bergerak secara besar-besaran menuju kendaraan listrik dan sepeda motor listrik," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki 114 juta sepeda motor bermesin konvensional. Untuk itu salah satu upaya yang dapat diperkirakan bisa diubah dengan cepat adalah dengan melakukan transformasi kendaraan listrik, yang diyakini dapat memberikan ketahanan yang kuat terhadap ketidakpastian global.
"Kami juga ingin memajukan sektor manufaktur kami, dan tentu saja kami sekarang beralih ke ekonomi digital," kata Prabowo.
Sebelumnya, rencana besar ini sudah dibeberkan Prabowo dalam, tayangan Youtube 'Presiden Prabowo Menjawab!!', beberapa waktu lalu.
Ketua Umum Partai Gerindra ini meyakini konversi motor listrik membuat negara hemat dan tidak bergantung pada pasokan BBM. Adapun rencana konversi kendaraan bensin ke listrik ini akan dikenakan ke seluruh jenis kendaraan mulai dari motor, mobil, hingga truk. Meskipun nantinya bensin tetap ada dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah ke atas, karena harga yang mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.
"Semua motor kita akan kita konversi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan lo pakai bensin lo bayar aja harga dunia, mau US$ 200, yang lain kita sudah bikin simulasi ternyata naik motor, kalau dia pakai listrik pengeluarannya tinggal 20%, seperlima, jadi ini, this is our game changer," paparnya.
Adapun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membeberkan salah satu rencana percepatan konversi motor konvensional itu dengan cara pemberian program subsidi seperti sebelumnya.
Hal ini diungkapkan Bahlil usai rapat terbatas di Istana Negara, terkait percepatan implementasi energi bersih seperti pembangunan PLTS 100 Giga Watt dan konversi 120 juta motor ke mesin baterai listrik, Kamis (5/3/2026).
"Semacam begitu (subsidi), tapi nanti kita cari formulasi yang baik," kata Bahlil, saat ditanya program percepatan yang akan diberikan pemerintah.
Pemerintah pernah memberikan subsidi untuk konversi kendaraan motor listrik sebanyak 200 ribu unit yang berakhir tahun 2024 lalu. Namun, subsidi senilai Rp 7-10 juta itu tidak lagi dilanjutkan pemerintah.
Menurut Bahlil, nantinya nilai program subsidi ini lebih murah dari sebelumnya. Dia memberikan estimasi subsidi yang diberikan senilai Rp 5-6 juta per unit, karena teknologi yang sudah jauh lebih murah.
(wia)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)

