Di Hadapan Pendahulunya, Presiden Ini Bilang Negara Sudah Rusak Parah

6 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung blak-blakan mengatakan negaranya sedang berada di tengah-tengah kerusakan. Dan berjanji akan melakukan perbaikan di berbagai aspek.

Hal itu disampaikan saat untuk pertama kalinya sejak memerintah, Presiden Lee secara resmi bertemu pendahulunya, mantan presiden Moon Jae-in, Rabu (1/7/2026). Pertemuan itu dilakukan dalam konsep makan siang bersama di wisma Sangchunjae di Cheong Wa Dae, Seoul.

Dalam pertemuan itu, Lee juga mengungkapkan, pemerintahannya sedang berusaha menggalakkan lagi kebijakan perdamaian damai di Semenanjung Korea. Seperti diketahui, kebijakan mantan presiden Korsel Moon Jae-in di era pemerintahannya gencar mengupayakan diplomasi damai dengan Korea Utara. Setidaknya, tercatat ada 3 kali pertemuan bersejarah antara Moon Jae-in dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Seperti dilansir The Korea Herald, Presiden Lee dan mantan presiden Moon membahas kebijakan yang telah dihentikan oleh mantan Presiden Yoon Suk Yeol, yang dikatakan cenderung mengambil sikap konfrontatif terhadap Korea Utara.

Lee mengklaim sedang berusaha mengembalikan inisiatif-inisiatif yang dilakukan Moon ke jalur yang benar. Seperti upaya rekonsiliasi dnegan Korea Utara dan perdamaian di Semenanjung Korea. Serta, kebijakan mendorong warga Korea Selatan membangun infrastruktur energi terbarukan, seperti panel surya.

Secara tak terduga, Lee menyebut, usaha dan upaya yang dilakukan Moon selama menjabat kini telah rusak. Lee pun berjanji akan memperbaikinya.

"Prestasi yang Anda raih selama masa jabatan lima tahun Anda telah rusak parah. Di bidang diplomasi, keamanan nasional, hubungan antar-Korea, ekonomi, dan budaya, negara ini telah hancur di banyak bidang," kata Lee, dikutip dari The Korea Herald, Rabu (1/7/2026).

"Sekarang saya sedang dalam proses memperbaiki kerusakan. Saya telah memotivasi diri sendiri untuk memperbaikinya," sambungnya.

Disebutkan, pertemuan ini berlangsung di tengah perebutan kekuasaan internal di blok liberal. Faksi pro-Lee disebut-sebut berselisih dengan mereka yang bersimpati kepada Moon, yang sebagian besar bersekutu dengan Anggota Kongres Jung Chung-rae, yang berupaya mencalonkan diri kembali sebagai ketua Partai Demokrat Korea pada bulan Agustus.

Selain membicarakan kebijakan upaya damai di Semenanjung Korea, dalam pertemuan itu, Lee juga memuji kebijakan Moon di eranya, terkait energi terbarukan panel surya.

Kata Lee, kebijakan andalan Moon itu berhasil menarik investasi negara sebesar 800 triliun won (US$514 miliar) yang telah diumumkan untuk membangun pabrik chip semikonduktor di wilayah barat daya.

Sementara, dalam acara terpisah-diadakan kemudian di hari yang sama oleh Dewan Penasihat Unifikasi Damai kepresidenan, Lee mengatakan, konsistensi adalah kunci untuk mengubah gencatan senjata antara kedua Korea menjadi pengakhiran permanen perang di Semenanjung Korea.

"Kita harus terus-menerus mengetuk pintu Korea Utara yang saat ini terkunci," kata Lee.

"Jika kita terus-menerus mengetuk pintu, bukankah pintu itu akan terbuka?" pungkasnya.

Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan mantan Presiden Moon Jae-in menuju pertemuan makan siang di wisma Sangchunjae di dalam Cheong Wa Dae di Seoul pada hari Rabu (1/7/2026). (Instagram/2_jaemyung)Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan mantan Presiden Moon Jae-in menuju pertemuan makan siang di wisma Sangchunjae di dalam Cheong Wa Dae di Seoul pada hari Rabu (1/7/2026). (Instagram/2_jaemyung) Foto: Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan mantan Presiden Moon Jae-in menuju pertemuan makan siang di wisma Sangchunjae di dalam Cheong Wa Dae di Seoul pada hari Rabu (1/7/2026). (Instagram/2_jaemyung)

(dce/dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |