Dokter Spesialis Beberkan Daftar Belanjaan untuk Jaga Jantung

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Menjaga kesehatan jantung bisa dimulai dari menjaga pola makan. Dokter bedah kardiovaskular Dr. Jeremy London, MD, membagikan daftar makanan yang rutin dibelinya untuk menjaga kesehatan jantung dan tubuh.

Melansir CNBC, London telah lebih dari 25 tahun menjadi dokter bedah kardiovaskular. Ia mengatakan dirinya juga pernah mengalami serangan jantung sekitar empat tahun lalu, sehingga ia banyak memperhatikan asupan makanan sehari-hari.

Menurut London, memperhatikan makanan yang dikonsumsi pada setiap waktu makan merupakan salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap sehat dan membantu seseorang menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Namun, ia mengakui menentukan makanan yang sehat tidak selalu mudah, terutama karena label produk di kemasan sering dirancang untuk menarik konsumen agar membeli produk tersebut.

London memiliki prinsip sederhana dalam memilih makanan, yakni semakin panjang masa simpan suatu makanan, semakin sedikit makanan tersebut menjadi pilihan utamanya. Ia lebih banyak berbelanja di bagian luar supermarket yang umumnya berisi produk segar seperti buah dan sayuran, dibandingkan lorong bagian dalam yang banyak dipenuhi makanan ultra-proses.

Ia menerapkan aturan 80/20 dalam berbelanja kebutuhan makanan untuk keluarganya. Sekitar 80% waktu berbelanja digunakan untuk memilih produk di bagian luar supermarket, sedangkan maksimal 20% digunakan untuk membeli produk dari lorong bagian dalam.

London membagi daftar belanjanya ke dalam lima kelompok utama, yakni buah, sayuran, serat, protein dan lemak sehat. Menurutnya, kelima kelompok tersebut menjadi dasar untuk menyusun pola makan yang mendukung kesehatan tubuh dan jantung.

Untuk sayuran, London biasanya membeli brokoli, paprika, mentimun, ubi jalar, bayam dan wortel. Sementara untuk buah, ia memilih ceri, blueberry, pisang, apel, stroberi, blackberry, mangga dan jeruk.

Setiap pagi, London juga membuat smoothie yang terdiri dari ceri, blueberry, selai almond, susu almond dan bubuk protein. Ia menjadikan minuman tersebut sebagai salah satu cara untuk mendapatkan kombinasi buah, lemak sehat dan protein dalam menu sehari-hari.

Untuk memenuhi kebutuhan serat, London membeli steel-cut oats atau rolled oats, quinoa dan lentil. Ia juga menyediakan berbagai jenis kacang-kacangan seperti black beans, kidney beans, pinto beans dan Great Northern beans, serta biji chia untuk ditambahkan ke smoothie.

Menurut London, serat memang tidak selalu menjadi komponen makanan yang paling menarik perhatian, tetapi memiliki dua manfaat penting bagi tubuh. Serat membantu menurunkan ApoB, yakni partikel pembawa kolesterol yang dapat menembus dinding arteri dan memulai pembentukan plak, sekaligus mendukung mikrobioma usus yang berpengaruh terhadap kesehatan berbagai sistem organ.

Protein juga menjadi salah satu komponen penting dalam daftar belanja London karena membantu mempertahankan massa otot dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Setiap pekan ia membeli daging kalkun giling, daging ayam giling, dada ayam, ikan seperti salmon liar dan cod liar, yoghurt Yunani serta telur.

London cenderung memilih daging dan unggas tanpa lemak dibandingkan daging merah. Menurutnya, pilihan tersebut membantu memenuhi kebutuhan protein tanpa asupan lemak jenuh yang tidak sehat dalam jumlah tinggi.

Untuk memenuhi kebutuhan lemak sehat, London rutin membeli minyak zaitun extra virgin, kacang mete, almond, kenari, pistachio, kacang Brazil dan alpukat.

Dia juga mengandalkan ikan berlemak seperti salmon dan cod sebagai sumber lemak yang mendukung kesehatan jantung, membantu meredakan peradangan dan membantu tubuh menyerap vitamin yang larut dalam lemak.

Di sisi lain, London membatasi makanan ultra-proses karena menurutnya konsumsi makanan tersebut secara konsisten dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis. Risiko yang disebutnya antara lain diabetes tipe 2, sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular.

Makanan ultra-proses juga dirancang agar terasa sangat lezat sehingga dapat melewati sinyal kenyang alami tubuh. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah makan secara berlebihan dan lebih sulit menjaga kesehatan metabolisme.

Karena itu, keluarga London jarang membeli hot dog, daging olahan, minuman soda biasa, roti tawar putih, pastry, donat, kue dan alkohol. Untuk roti, keluarganya lebih memilih sourdough sebagai alternatif.

London juga memiliki cara khusus ketika harus memilih makanan kemasan atau produk olahan di supermarket. Ia menyarankan konsumen mengabaikan bagian depan kemasan dan langsung melihat daftar bahan di bagian belakang karena klaim seperti "alami", "rendah lemak" atau "diperkaya" pada bagian depan pada dasarnya dirancang untuk menjual produk.

Menurut London, semakin pendek daftar bahan dalam suatu produk, semakin baik. Konsumen juga perlu memperhatikan urutan bahan karena bahan yang berada di posisi lebih atas menunjukkan kandungan yang lebih banyak dalam produk tersebut.

London juga menghindari produk yang mengandung gula tambahan dan bahan pengawet. Ia menilai pemeriksaan daftar bahan menjadi langkah penting untuk mengetahui kandungan sebenarnya dari makanan yang akan dibeli.

Saat berbelanja kebutuhan makanan, London menyarankan konsumen datang dengan daftar dan rencana yang sudah dibuat sebelumnya. Ia juga menyarankan untuk tidak berbelanja dalam kondisi lapar, memprioritaskan makanan utuh dan memeriksa kembali isi keranjang sebelum melakukan pembayaran.

Menurut London, kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu konsumen membuat pilihan makanan yang lebih baik untuk kesehatan. Dengan lebih selektif terhadap makanan yang masuk ke dalam keranjang belanja, kesehatan jantung pun diharapkan dapat lebih terjaga.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |