Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia US$ 25,30 miliar pada April 2026. Angka ini naik sebesar 21,98% (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengungkapkan ekspor migas mencapai US$ 1,15 miliar atau turun sebesar 1,20 %. Sedangkan ekspor nonmigas naik hingga 23,36% dengan nilai US$ 24,15 miliar.
"Pada april nilai ekspor naik 21,98% menjadi 25,3 miliar dolar," kata Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).
Adapun, ekspor kumulatif pada Januari-April 2026 mencapai US$ 92,15 miliar atau naik sebesar 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, ekspor minyak dan gas tercatat US$ 4,41 miliar atau turun 8,30%. Sedangkan ekspor nonmigas naik 6,28% dengan nilai US$ 87,74 miliar.
Andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh sektor industri pengolahan sebesar 7,71% terhadap total ekspor dan nilainya mencapai US$ 75,57 miliar. Ekspor industri pengolahan ini tumbuh 9,78%.
(arj/arj)
Addsource on Google



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5588928/original/089544700_1778143903-1000412385.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5669124/original/011292600_1778417837-Nonton_bersama_Persija_vs_Persib_di_Se_Indonesia_sambil_menikmati_se_i_sapi.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405356/original/074050200_1762458033-1000096973.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418556/original/081909100_1763622046-bojan.jpg)






