Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan eksposur saham/instrumen Indonesia yang berada di dalam ETF/ETP terkait indeks S&P/Dow Jones mencapai US$200 juta atau sekitar Rp3,5-4 triliun. Meski demikian, angka tersebut tidak serta-merta menggambarkan potensi outflow asing dari Indonesia.
Dalam pengumuman Country Classification - 2026/2027 Watchlist yang dirilis pada 7 Juli 2026, S&P DJI menempatkan Indonesia ke dalam Watchlist 2027. Artinya, RI kini masuk daftar pantauan lembaga indeks tersebut untuk kemungkinan perubahan klasifikasi pada review tahunan 2027 mendatang. Indonesia yang saat ini masuk klasifikasi Emerging, berpotensi direklasifikasi menjadi Special Measures/Frontier.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengatakan pihaknya masih menghitung secara rinci besaran dana yang berpotensi terdampak dari keputusan tersebut.
"Saya denger dari beberapa pihak sih sekitar US$200 juta mungkin sekitar Rp3,5-Rp4 triliun terus sekarang kami lagi mencari angka dan lagi cari hitungan kira-kira apa aja dan berapa yang akan keluar," ungkap Irvan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, (8/7/2026).
Lebih jauh, terkait potensi outflow, Irvan menilai masih ada ruang bagi Indonesia untuk melakukan perbaikan sehingga dampaknya dapat diminimalkan. Pasalnya, keputusan memasukkan Indonesia ke dalam watchlist tidak serta-merta diikuti perubahan klasifikasi dalam waktu dekat.
Menurutnya, S&P DJI masih memberikan masa evaluasi sekitar satu tahun sebelum mengambil keputusan final pada tinjauan berikutnya. Karena itu, BEI berharap berbagai perbaikan dan komunikasi dengan penyedia indeks dapat menghasilkan penilaian yang lebih positif sehingga risiko outflow dapat berkurang.
"Kami berharap dalam waktu dekat kita sudah bisa perbaiki dan mereka mau mengeluarkan statement yang positif lah atas hal itu, karena kan tidak serta-mertan saat pengumuman keluar, terus minggu depan atau bulan depan mereka akan downgrading kita ke frontier ya," ungkap Irvan.
Ia juga menekankan bahwa status Indonesia saat ini masih berada dalam kategori Emerging Market. Selain opsi reklasifikasi ke Frontier Market, S&P DJI juga memiliki kategori Special Measures sehingga proses evaluasi masih terbuka dan belum mengarah pada keputusan final.
Terpisah, berdasarkan penelusuran terhadap produk ETF/ETP publik yang menggunakan indeks S&P DJI, estimasi eksposur material ke Indonesia berada di kisaran Rp8,3 triliun-Rp8,5 triliun, dengan asumsi kurs Rp18.000/US$.
Angka ini bukan AUM indeks, melainkan estimasi nilai saham/instrumen Indonesia yang berada di dalam ETF/ETP terkait indeks S&P/Dow Jones. Lebih lanjut, berikut merupakan data estimasi nilai saham/instrumen Indonesia yang masuk dalam S&P/DJI:
Jika hanya menghitung 12 produk utama di atas, total eksposurnya sekitar Rp8,29 triliun. Jika ditambah produk borderline seperti GMF dan ASDV/ZPRA, masing-masing sekitar Rp83 miliar, totalnya naik ke sekitar Rp8,46 triliun.
Daftar ini diperkirakan sudah mencakup sekitar 95% dari eksposur ETF/ETP publik S&P/Dow Jones yang material terhadap Indonesia. Masih ada produk kecil lain yang belum diinklusikan pada daftar di atas, tetapi kontribusinya diperkirakan terbatas karena AUM produk dan bobot Indonesia relatif tidak terlalu besar.
(fsd/fsd)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449843/original/037142600_1766116592-teja_3.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461718/original/089739600_1767433302-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174269/original/058441100_1742913019-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-15.JPG)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5508843/original/080072800_1771622792-20260220AA_Persija_Jakarta_vs_PSM_Makassar-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174417/original/068290200_1742926263-Timnas_Indonesia_vs_Bahrain-13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)


