Harga Bahan Bakar Avtur Terbang Tinggi, Bahlil Buka Suara

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara mengenai melonjaknya harga bahan bakar pesawat terbang atau avtur per April 2026 ini. Sebagai bahan bakar non subsidi, harga avtur berlaku mengikuti ketentuan harga pasar.

Bahlil menyebutkan peningkatan harga avtur yang berlaku baik untuk penerbangan internasional maupun penerbangan domestik tersebut lantaran banyaknya penerbangan yang dilayani untuk lintas negara.

"Harga avtur memang ini kan adalah harga pasar, dan otomatis karena ini juga melayani pengisian avtur global, pesawat-pesawat dari luar negeri yang masuk, maka mekanisme pasar mekanisme yang terjadi adalah mekanisme pasar," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (7/4/2026).

Bahlil menilai, harga avtur yang berlaku di Indonesia masih lebih kompetitif dibandingkan harga avtur yang berlaku di negara lain.

"Memang ada kenaikan dari Pertamina, tetapi kenaikan itu dibandingkan dengan harga avtur di negara lain khususnya tetangga, itu kita masih jauh lebih kompetitif ya," tandasnya.

Asal tahu saja, harga avtur di Indonesia meningkat hingga 72,45%. Hal itu seperti yang berlaku pada harga avtur oleh PT Pertamina (Persero) khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK).

Melansir laman resmi Pertamina, harga avtur meningkat di setiap bandara yang beroperasi dalam negeri. Hal itu berlaku baik untuk penerbangan domestik maupun penerbangan internasional. Peningkatan harga tersebut terpantau meningkat dari periode 1-31 Maret 2026 ke 1-30 April 2026.

Misalnya yang berlaku di Bandara Soetta (CGK), harga avtur untuk penerbangan domestik pada 1-31 Maret 2026 sebesar Rp 13.656,51 per liter. Sedangkan harga avtur yang berlaku pada 1-30 April 2026 untuk penerbangan domestik berlaku Rp 23.551,08 per liter.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, bahwa PT Pertamina (Persero) akan melakukan relaksasi pembayaran bahan bakar bagi maskapai di tengah kenaikan harga minyak dunia. Kebijakan ini dilakukan secara business to business (b2b).

"Pertamina relaksasi payment system. Mekanisme pembayaran dengan business to business," paparnya dalam konferensi pers, kebijakan transportasi dan BBM, Senin (6/4/2026).

Kebijakan ini, kata Airlangga, dilakukan agar harga transportasi udara tetap terjangkau bagi masyarakat. Seperti diketahui, harga avtur diberbagai negara mulai naik. Kondisi ini jelas membebani maskapai dan industri penerbangan

Airlangga mengatakan harga avtur di Thailand telah mencapai Rp 29.158 per liter dan Filipina Rp 25.326 per liter. Sebagai catatan, avtur adalah bahan bakar yang tidak disubsidi di Tanah Air. Dengan demikian, RI harus menaikkan harga avtur di Tanah Air.

"Kalau kita (RI) tidak menyesuaikan, berbagai maskapai lain bisa memanfaatkan karena ada perbedaan harga tersebut," ungkapnya.

Harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta mencapai Rp 23.551 per liter per 1 April 2026. Harga ini meningkat Rp 13.656 per Maret 2026.

Kenaikan harga avtur akan berkontribusi sebesar 40% terhadap operasional maskapai. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan kebijakan strategis agar harga tiket pesawat tetap terjangkau.

Kementerian Perhubungan menaikkan fuel surcharge sebesar 10%, berbasis pada angka batas atas tarif pesawat pada 2019 dan disesuaikan lagi menjadi 38% untuk jet dan propeller. Sebelumnya, fuel surcharge jet sebesar 10% dan propeller sebesar 25%. "Ini disesuaikan 38%, jadi untuk jet sekitar 28% dan propeller 13%," katanya.

Berikut harga Avtur yang berlaku pada bulan April 2026, dibandingkan dengan periode April 2026, pada bandara tersibuk di Indonesia:

Harga Avtur untuk penerbangan domestik:

CGK - Rp 13.656,51 (Maret 2026) - Rp 23.551,08 (April 2026)

SUB - Rp 15.236,97 (Maret 2026) - Rp 25.131,54 (April 2026)

DPS - Rp 15.448,44 (Maret 2026) - Rp 25.343,01 (April 2026)

KNO - Rp 14.925,33 (Maret 2026) - Rp 24.819,90 (April 2026)

UPG - Rp 15.515,22 (Maret 2026) - Rp 25.409,79 (April 2026)

BDO - Rp 15.659,91 (Maret 2026) - Rp 25.554,48 (April 2026)

JOG - Rp 15.448,44 (Maret 2026) - Rp 25.343,01 (April 2026)

SRG - Rp 15.415,05 (Maret 2026) - Rp 25.309,62 (April 2026)

PLM - Rp 15.292,62 (Maret 2026) - Rp 25.187,19 (April 2026)

BPN - Rp 15.248,10 (Maret 2026) - Rp 25.142,67 (April 2026)

Harga Avtur untuk penerbangan internasional:

CGK (Cengkareng): dari 74,2 sen dolar/liter (Maret 2026), naik menjadi 142,3 sen dolar/liter (April 2026)

SUB:(Juanda, Surabaya): dari 82,8 sen dolar/liter (Maret 2026), naik menjadi 151,7 sen dolar/liter (April 2026)

DPS (Denpasar, Bali): dari 84 sen dolar/liter (Maret 2026), naik menjadi 152,9 sen dolar/liter (April 2026)

KNO (Kualanamu, Sumatra Utara): dari 81,2 sen dolar/liter (Maret 2026), naik menjadi 149,8 sen dolar/liter (April 2026)

UPG (Sultan Hasanuddin, Makassar): dari 84,4 sen dolar/liter (Maret 2026), naik menjadi 153,3 sen dolar/liter (April 2026)

BDO (Husein Sastranegara, Bandung): dari 84,9 sen dolar/liter (Maret 2026), naik menjadi 154,2 sen dolar/liter (April 2026)

JOG (Sleman, Yogyakarta): dari 83,9 sen dolar/liter (Maret 2026), naik menjadi 152,9 sen dolar/liter (April 2026)

SRG (Ahmad Yani, Semarang): dari 83,7 sen dolar/liter (Maret 2026), naik menjadi 152,7 sen dolar/liter (April 2026)

PLM (Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang): dari 82,9 sen dolar/liter (Maret 2026), naik menjadi 152 sen dolar/liter (April 2026)

BPN (Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan): dari 82,7 sen dolar/liter (Maret 2026), naik menjadi 151,7 sen dolar/liter (April 2026).

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |