Amalia Zahira, CNBC Indonesia
09 April 2026 09:35
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah atau Crude Palm Oil (CPO) anjlok hingga lebih dari 3% pada perdagangan Rabu (08/4/2026), menyentuh level terendah selama dua minggu terakhir.
Penurunan ekstrem ini merupakan respon dari turunnya harga minyak mentah dunia akibat putusan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada Selasa malam (07/4/2026) waktu Amerika Serikat atau Rabu (08/4/2026) waktu Indonesia.
Merujuk pada acuan FCPOc3, harga CPO untuk pengiriman Juni pada Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup pada harga MYR 4.586 per metrik ton, atau turun MYR 179 (-3.76%), menjadikannya level terendah sejak 26 Maret 2026 pada Rabu (08/4/2026).
Setelah mengalami koreksi dalam pada perdagangan kemarin, harga CPO pada hari ini Kamis (09/4/2026) pukul 09.10 WIB mulai menunjukkan pemulihan dengan kenaikan sebesar 0,50% ke level MYR 4.609 per ton. Kenaikan ini menjadi rebound setelah tekanan kuat di sesi sebelumnya.
Minyak Dunia Turun, Sawit Ikut Goyang
Melansir dari Refinitiv, harga minyak mentah dunia turun ke bawah US$ 100 per barel setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, dengan syarat Selat Hormuz segera dibuka kembali secara aman.
Melemahnya harga minyak mentah dunia membuat CPO sebagai bahan baku biodiesel menjadi tidak menarik.
Menurut Sandeep Singh, direktur The Farm Trade yang berbasis di Kuala Lumpur, harga minyak sawit diperkirakan akan menemukan level penopang di kisaran 4.500 ringgit, didukung oleh potensi penerapan mandatori biodiesel B20 di Malaysia serta penurunan tingkat persediaan.
Pemerintah Malaysia sendiri berencana memperluas program B20 secara bertahap di seluruh negeri dengan tetap mempertimbangkan sensitivitas harga sawit terhadap harga minyak bumi.
Di sisi lain, pergerakan harga minyak sawit juga mengikuti dinamika minyak nabati pesaing karena bersaing dalam pasar global.
Namun, penguatan nilai tukar ringgit sebesar 1,34% terhadap dolar AS membuat harga sawit menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Sementara itu, Indonesia juga memperkuat kebijakan energi melalui penerbitan jadwal implementasi mandatori campuran biofuel, sebagai bagian dari upaya mencapai target transisi energi dan kemandirian energi nasional.
(mae/mae)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)
