Harga Perak Bersinar Dalam Sepekan, Melejit Hingga 4%

4 hours ago 2

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

12 April 2026 07:45

Jakarta, CNBC Indonesia -  Harga perak dunia menutup pekan dengan performa gemilang. Pada perdagangan Jumat (10/4/2026), harga perak berada di US$75,88 per ounce, naik dari posisi US$72,99 pada 2 April. Artinya, dalam sepekan logam mulia ini menguat hampir 4%, sekaligus melanjutkan tren kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Pergerakan harga menunjukkan pemulihan yang konsisten. Setelah sempat turun ke area US$72,79 pada 6 April, perak bangkit bertahap ke US$72,93, lalu US$74,12, US$75,07, hingga akhirnya menyentuh US$75,88. Ini menandakan minat beli kembali menguat setelah fase koreksi singkat di awal bulan.

Dalam dunia komoditas, perak sering digunakan sebagai aset lindung nilai sekaligus logam industri. Ketika dolar AS melemah, harga perak menjadi lebih murah bagi pembeli global. Di saat yang sama, peluang suku bunga turun membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak kembali menarik di mata investor.

Sentimen pasar juga ditopang meredanya ketegangan geopolitik sementara, menyusul gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi itu memicu penurunan tajam harga minyak, sehingga kekhawatiran inflasi berbasis energi mulai surut. Saat tekanan inflasi mereda, ruang bagi bank sentral untuk memangkas bunga menjadi lebih terbuka-dan itu menjadi kabar baik bagi perak.

Namun pasar belum benar-benar tenang. Serangan Israel ke Lebanon serta gangguan di Selat Hormuz kembali mengingatkan bahwa risiko geopolitik masih tinggi. Artinya, reli perak pekan ini bukan hanya soal bunga, tetapi juga soal dunia yang masih gelisah.

Dari sisi data ekonomi, inflasi AS terbaru tercatat 3,3% secara tahunan, tertinggi sejak Mei 2024. Secara bulanan, inflasi melonjak 0,9%, kenaikan tercepat sejak pertengahan 2022. Meski demikian, pelaku pasar masih menilai ada peluang sekitar 30% bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga setidaknya 25 basis poin pada Desember mendatang.

Bagi investor, perak kini sedang berada di persimpangan menarik: diuntungkan jika bunga turun, tetapi juga diburu saat dunia memanas.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Read Entire Article
| | | |