Harga Perak Bikin Panik Dalam Sepekan, Begini Proyeksi ke Depan

9 hours ago 3

Review Sepekan

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

19 July 2026 09:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga perak dunia kembali tertekan sepanjang pekan ini. XAG/USD mengakhiri perdagangan Jumat (17/7/2026) di US$55,90 per troy ons, turun US$3,94 atau 6,58% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di US$59,84.

Tekanan jual sudah terlihat sejak awal pekan. Perak turun 3,67% pada Senin ke US$57,65, kemudian sempat pulih 1,70% menjadi US$58,63 pada Selasa.

Pemulihan tersebut tidak bertahan lama. Harga kembali terkoreksi 1,46% ke US$57,77 pada Rabu, kemudian anjlok 3,92% menuju US$55,51 pada Kamis. Pada perdagangan Jumat, perak hanya mampu rebound 0,71% ke US$55,90.

Sepanjang pekan, penutupan tertinggi tercatat di US$58,63 dan terendah di US$55,51. Rentang pergerakan mencapai US$3,12 atau sekitar 5,3%, menunjukkan volatilitas masih tinggi dan tekanan jual belum sepenuhnya berakhir.

Geopolitik Memanas, Perak Malah Tertekan

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah belum mampu mengangkat permintaan perak sebagai aset aman. Pasar justru lebih mengkhawatirkan dampak konflik terhadap pasokan energi dan inflasi global.

Risiko gangguan pelayaran di Selat Hormuz serta jalur perdagangan Laut Merah telah mendorong harga minyak kembali naik. Kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi, sekaligus memperlambat proses penurunan inflasi.

Kenaikan inflasi berpotensi membuat bank sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Bagi perak, skenario ini cenderung negatif karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.

Data inflasi AS sebenarnya mulai memberi sinyal yang lebih lunak. Inflasi utama Juni turun 0,4% secara bulanan, sedangkan inflasi inti tahunan melandai menjadi 2,6%.

Namun, inflasi tahunan utama masih berada di 3,5% dan tekanan dari harga energi tetap tinggi. Kondisi tersebut mengurangi urgensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, tetapi belum cukup untuk memastikan kebijakan moneter akan segera dilonggarkan.

Tren Jangka Pendek Masih Bearish

Dari sisi teknikal, struktur harga XAG/USD masih membentuk pola lower high dan lower low, yakni puncak dan lembah yang semakin rendah.

Setelah ditutup di US$62,08 pada 6 Juli, perak membentuk sejumlah puncak lebih rendah di sekitar US$60,01, US$59,99, dan terakhir US$58,63. Pada saat yang sama, harga telah menembus area US$57,65 dan turun menuju US$55,51.

Tekanan bearish juga terlihat dari rata-rata pergerakan harga. Rata-rata penutupan lima hari berada di US$57,09, lebih rendah dibandingkan rata-rata 10 hari sebesar US$58,57.

Harga penutupan Jumat di US$55,90 juga berada di bawah kedua rata-rata tersebut. Selama kondisi ini bertahan, kenaikan harga lebih berisiko menjadi technical rebound daripada awal pembalikan tren.

Proyeksi Harga Perak Pekan Depan

Untuk perdagangan 20-24 Juli 2026, XAG/USD diproyeksikan bergerak bearish-sideways dalam rentang US$54,40-US$58,63 per troy ons.

Area US$55,50 menjadi support terdekat sekaligus level penentu arah. Selama harga bertahan di atasnya, perak masih memiliki peluang berkonsolidasi dan rebound menuju US$57,65.

Namun, penutupan harian di bawah US$55,50 akan memperkuat tekanan jual dan membuka jalan menuju US$54,40. Jika level tersebut ikut ditembus, target penurunan berikutnya berada di sekitar US$53,44.

Dari sisi atas, US$57,65 menjadi resistance pertama, kemudian US$58,63. Pembalikan arah baru memperoleh konfirmasi apabila XAG/USD mampu ditutup di atas US$58,63, dengan target lanjutan di US$59,84-US$60,01.

Bias perak masih negatif selama harga berada di bawah US$57,65. Arah harga minyak, dolar AS, imbal hasil obligasi, dan perkembangan konflik Timur Tengah akan menjadi penentu utama pergerakan XAG/USD sepanjang pekan depan.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |