HP dan Laptop Diramal Tidak Laku, Situasi Sudah Makin Kritis

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis chip memori yang terjadi di global terus bakal terjadi. Dampaknya akan kian membesar setidaknya untuk industri smartphone dunia.

Salah satu ramalan memburuknya situasi ini berasal dari firma riset International Data Corporation (IDC). Disebutkan bahwa pasar PC dan smartphone global akan menurun sebesar 11% dan 13%.

Kelangkaan chip ini terjadi saat permintaan industri AI mengalami peningkatan. Pada akhirnya, membuat lonjakan harga komponen seperti RAM untuk konsumen dan pusat data besar.

Bryan Ma selaku wakil presiden riset perangkat IDC menjelaskan situasi yang diawali karena permintaan AI untuk chip yang meningkat terus memburuk. Keadaan kian tak terkendali sejak November dan bergulir dengan cepat.

"Situasinya memburuk secara drastis dalam beberapa bulan terakhir. Sebenarnya kami sudah membuat perkiraan pada bulan November. Namun dalam beberapa minggu setelahnya, setelah menerbitkan perkiraan, situasinya makin memburuk," kata Ma dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (3/3/2026).

IDC sempat memperkirakan pasar smartphone dan PC akan bertumbuh, yakni masing-masing sebesar 2% dan 8,3%. Namun, kemudian prediksi itu direvisi melihat masalah pasokan chip yang kian memburuk.

Prediksi yang sama juga dilontarkan Counterpoint Research. Perusahaan memproyeksikan penurunan pengiriman smartphone global sebesar 12% dari tahun ke tahun pada 2026.

Penurunan itu jadi yang paling tajam. Counterpoint juga memperkirakan pengiriman smartphone kali ini juga menurun ke volume terendahnya sejak 2013.

Direkrut riset perangkat dan ekosistem Counterpoint, Tarun Pathak mengatakan alokasi chip memori untuk industri smartphone diperkirakan sangat menipis. Sebab para vendor diminta menunggu di belakang antrean perusahaan cloud besar.

"Artinya alokasi untuk vendor smartphone diprioritaskan lebih rendah dibanding segmen lain di industri ini dalam hal AI," jelasnya.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |