IHSG Dibuka Menguat 0,17%, Balik Lagi ke Level 7.000

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,17% pagi ini, Selasa (7/4/2026). Indeks naik ke level 7.001,28 atau menguat 11,85 poin.

Sebanyak 86 saham turun, 224 naik, dan 295 belum bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 99,6 miliar, melibatkan 188,95 juta saham dalam 24.650 kali transaksi.

Kapitalisasi pasar pun naik tipis menjadi Rp 12.232 triliun.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada hari ini. Perkembangan perang yang belum pasti serta adanya kekhawatiran ekonomi dalam negeri bisa membebani IHSG hingga rupiah hari ini.

Pernyataan pemangku bursa mengenai bobot Indonesia di indeks MSCI bisa menjadi beban pada hari ini. Namun, mulai hijaunya Wall Street bisa menjadi sentimen positif.

Bursa Efek Indonesia (BEI) tak menampik adanya potensi penurunan bobot indeks Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari emerging Market ke Frontier Market.

Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan secara realistis potensi tersebut memang ada dalam jangka pendek. Menurutnya, sejumlah faktor dapat mendorong penyedia indeks global menurunkan bobot Indonesia meskipun perbaikan transparansi dan tata kelola terus dilakukan.

"Misalnya satu atau dua hal yang membuat indeks global itu, global provider itu, untuk jangka pendek ini menurunkan bobot. Ya, potensi itu ada. Tetapi, kita juga sangat menyadari bahwa apa yang kita lakukan selama ini untuk menjawab concern dari global index provider adalah untuk kebaikan jangka panjang industri pasar modal kita," jelas Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Senin, (6/4/2026).

Dengan peningkatan transparansi, pendalaman pasar, serta tata kelola yang lebih baik, BEI meyakini bobot Indonesia justru akan meningkat ke depan. Jeffrey juga mengakui bahwa fase transisi ini dapat menimbulkan tekanan di pasar dalam jangka pendek.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengatakan OJK dan BEI sedang menyiapkan mitigasi risiko apabila IHSG turun oleh MSCI.

Hasan meminta kepada para investor, jika terjadi penurunan bobot indeks tidak perlu direspon secara reaktif. Ia mengaku, reformasi pasar modal yang sedang dilakukan saat ini akan berdampak dalam jangka pendek.

"Ini mungkin ada penyesuaian portofolio yang dilakukan investor domestik atau global, ini bisa picu tekanan jual sementara waktu ada juga potensi outflow pada rebalancing, lalu ada volatilitas dan pelebaran bid ask spread pada saham-saham tertentu," kata Hasan dalam konferensi pers secara virtual, Senin (6/4/2026).

Namun, kata Hasan, dinamika tersebut sebagai respons yang transisional dan sementara. Hal itu menjadi bagian dari progress yang tidak bisa dihindari. Fokus utama para regulator pasar modal adalah membangun fondasi integritas pasar yang transparan, kredibel dan pertumbuhan yang konsisten.

Sementara itu, Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Selasa, (7/4/2026) mengikuti kenaikan di Wall Street di tengah perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan konflik Iran. Investor juga mencermati pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait potensi eskalasi konflik.

Melansir CNBC.com, Trump mengancam akan menargetkan infrastruktur sipil Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai dalam waktu kurang dari 24 jam. Meski demikian, ia juga memberi sinyal bahwa kepemimpinan Iran tengah melakukan negosiasi secara serius.

Trump kembali menegaskan tuntutannya agar Iran membuka Selat Hormuz sebelum pukul 20.00 waktu setempat pada Selasa. Ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik Iran dalam waktu empat jam jika tenggat tersebut tidak dipenuhi.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Iran sedang mempertimbangkan kerangka kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima minggu. Namun, Teheran menolak tekanan Washington untuk segera membuka Selat Hormuz dalam skema gencatan senjata sementara dan tetap menuntut penghentian perang secara permanen.

Iran juga menolak proposal gencatan senjata dari AS dan mengajukan 10 poin usulan tandingan, termasuk penghentian permusuhan di kawasan, jaminan jalur aman di Selat Hormuz, pencabutan sanksi, serta rekonstruksi. Menanggapi hal tersebut, Trump menyebut proposal Iran sebagai langkah signifikan, namun belum cukup untuk mencapai kesepakatan.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah menguat seiring ketegangan geopolitik yang masih tinggi. Kontrak berjangka West Texas Intermediate naik 0,7% ke US$113,25 per barel, sementara Brent menguat 0,68% ke US$109,77 per barel.

Dari pasar saham, indeks Australia S&P/ASX 200 melonjak 2,3% memimpin penguatan di kawasan. Indeks Jepang Nikkei 225 naik 0,26% dan Topix bertambah 0,23%, sementara Korea Selatan Kospi menguat 1,5% dan Kosdaq naik 0,85%.

Adapun pasar Hong Kong masih tutup pada Selasa karena libur Paskah. Sementara itu, pergerakan kontrak berjangka di Wall Street cenderung bervariasi menjelang pembukaan perdagangan.

Futures S&P 500 relatif tidak berubah dan Nasdaq 100 turun sekitar 0,2%. Sedangkan Dow Jones Industrial Average futures naik 48 poin atau 0,1%, setelah pada perdagangan reguler sebelumnya S&P 500 naik 0,44%, Nasdaq Composite menguat 0,54%, dan Dow Jones bertambah 165,21 poin atau 0,36%.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |