Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik arah ke zon hijau setelah sempat ambruk pagi tadi, Senin (13/4/2026). Indeks menguat 0,46% atau naik 34,23 poin ke level 7.492,73.
Sebanyak 305 saham turun, 348 naik, dan 162 tidak bergerak. Nilai transaksi sesi satu mencapai Rp 10,10 triliun, melibatkan 23,55 miliar saham dalam 1,51 juta kali transaksi.
Kapitalisasi pasar pun terkerek menjadi Rp 13.325 triliun.
Mayoritas sektor perdagangan menguat dengan kenaikan terbesar dicatatkan oleh infrastruktur dan barang baku. Sementara itu sektor teknologi dan finansial tercatat mengalami pelemahan terbesar hari ini.
Emiten konglomerat tercatat menjadi penggerak utama kinerja IHSG. Tercatat emiten Prajogo Pangestu menjadi tiga emiten dengan kontribusi terbesar atas kenaikan IHSG. Ketiganya adalah BRPT dengan sumbangsih 16,6 indeks poin, BREN 9,22 indeks poin dan TPIA 7,24 indeks poin.
Kemudian ada juga tiga emiten lain Prajogo yang masuk dalam 10 besar penggerak IHSG yakni CUAN, PTRO dan CDIA.
Sementara itu empat emitan lain yang masuk 10 besar penopang kinerja IHSG hari ini adalah IMPC dan 3 emiten Grup Bakrie yakni ENRG, BRMS dan VKTR.
Kinerja positif IHSG ini terjadi seiring dengan kondisi geopolitik yang masih belum stabil. Presiden Donald Trump pada Minggu mengatakan bahwa AS akan memblokade Selat Hormuz setelah pembicaraan yang digelar di Pakistan untuk mengakhiri perang Iran mengalami kebuntuan.
"Efektif segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE setiap kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," kata Trump dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social. "Blokade akan dimulai dalam waktu dekat. Negara-negara lain akan terlibat dalam blokade ini. Iran tidak akan diizinkan mengambil keuntungan dari tindakan pemerasan ilegal ini."
U.S. Central Command menyatakan dalam unggahan di X pada Minggu malam bahwa militer AS akan mulai menerapkan blokade tersebut pada Senin pukul 10 pagi waktu Timur AS. CENTCOM mengatakan informasi tambahan akan diberikan kepada kapal-kapal komersial sebelum blokade dimulai.
Mereka menambahkan bahwa AS tidak akan menghalangi kapal yang melintas menuju dan dari pelabuhan non-Iran. Blokade hanya akan diberlakukan terhadap kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan atau wilayah pesisir Iran, termasuk seluruh pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Pengumuman blokade AS ini menghancurkan harapan bahwa perang akan berakhir dalam beberapa hari ke depan setelah pembicaraan damai di Islamabad. Langkah ini juga mengancam memperburuk krisis ekonomi yang telah mencengkeram ekonomi global sejak perang pecah dan Iran mulai membatasi akses ke selat tersebut, jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima minyak dunia.
Trump mengatakan blokade AS bertujuan menghentikan Iran mengendalikan selat itu dan memperoleh keuntungan ekonomi sementara dunia menderita akibat penutupannya.
Trump juga mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar tol kepada Iran.
Iran disebut sedang bersiap mengenakan tarif kepada kapal yang ingin melintas di selat tersebut, langkah yang memicu kemarahan Trump ketika Iran berupaya memperkuat kendalinya atas jalur itu di tengah gencatan senjata dua pekan dalam konflik tersebut.
Pembicaraan damai yang dimediasi Pakistan runtuh karena, menurut AS, Iran tidak bersedia menghentikan upayanya memperoleh senjata nuklir. Tuntutan Iran mencakup kendali atas Selat Hormuz, pembayaran reparasi perang, dan gencatan senjata di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, menurut televisi pemerintah Iran dan para pejabat. Iran juga menuntut pelepasan aset-asetnya yang dibekukan di luar negeri.
Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance bertemu dengan negosiator Iran dan Pakistan selama lebih dari 21 jam dalam pertemuan tatap muka yang langka itu.
Perang dan hampir tertutup totalnya selat tersebut telah memberi tekanan besar pada harga minyak dan ekonomi global. Pasar bergerak liar sepanjang konflik, dan harga minyak sempat melonjak hingga lebih dari US$100 per barel.
Dari domestik, agenda pertama datang dari rilis Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia pada Senin (13/4/2026). Data ini kerap menjadi salah satu petunjuk tercepat untuk membaca perilaku konsumsi rumah tangga.
Bank Indonesia sebelumnya memperkirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 tumbuh 6,9% secara tahunan, lebih tinggi dibanding Januari yang tumbuh 5,7%. Secara bulanan, penjualan eceran juga diprakirakan naik 4,4%, berbalik dari kontraksi 2,7% pada Januari.
Kenaikan tersebut terutama ditopang permintaan masyarakat selama Ramadan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri. Kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga, serta sandang disebut menjadi penopang utama.
Pasar akan mencermati apakah lonjakan konsumsi hanya bersifat musiman atau mencerminkan daya beli yang memang mulai menguat. Ini penting karena konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450746/original/023400300_1766159119-national-773x380.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102047/original/017122200_1737427568-safee-sali_30ea701.jpg)
