Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia-Pasifik melemah karena masih dibayangi oleh ketegangan geopolitik global di Timur Tengah, Selasa (31/3/2026). Para investor mengkhawatirkan efek perang yang berimbas pada perekonomian karena kenaikan harga minyak.
Indeks S&P/ASX 200 Australia anjlok 0,12% pada awal perdagangan Asia.
Sedangkan Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,84%, sedangkan indeks Topix yang lebih luas turun 0,57%.
Indeks Kospi saham unggulan Korea Selatan turun 2,4% dan indeks Kosdaq saham kecil turun 0,77%.
Sementara kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 24.683, dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks tersebut di 24.750,8.
Mengutip CNBC Internasional. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meningkatkan ancamannya dengan menyatakan bahwa negara yang dipimpinnya akan menghancurkan pembangkit listrik, sumur minyak, dan Pulau Kharg milik Iran, jika Selat Hormuz yang sangat strategis tetap ditutup dan tidak ada kesepakatan damai yang tercapai untuk mengakhiri perang.
Pernyataan tersebut muncul saat perang di Iran memasuki pekan kelima dan saat pemerintahan Trump mempertimbangkan untuk mengirim pasukan darat guna merebut Pulau Kharg, sebuah pusat bahan bakar utama yang memfasilitasi 90% ekspor minyak mentah Iran.
Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, yang dulunya dilalui oleh seperlima dari total minyak yang diangkut melalui laut di seluruh dunia sebelum konflik ini, nyaris terhenti total sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Sebagai informasi, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 3% dan ditutup di bawah US$103 per barel pada Senin, menembus level US$100 untuk pertama kalinya sejak 2022. Kontrak berjangka Mei untuk minyak mentah Brent, acuan internasional, naik 0,19% atau 21 sen, ditutup pada $112,78 per barel. WTI terakhir naik 2,8% menjadi 105,8.
Semalam di AS, indeks S&P 500 turun 0,39% dan ditutup di level 6.343,72, menandai sesi penurunan ketiga berturut-turut, sementara indeks Nasdaq Composite turun 0,73% dan ditutup di level 20.794,64. Indeks Dow Jones Industrial Average justru berlawanan arah dengan tren tersebut dan naik 0,11% menjadi 45.216.
Saham berjangka AS tidak banyak berubah, dengan saham berjangka yang terkait dengan S&P 500 turun kurang dari 0,1%, sementara saham berjangka Nasdaq 100 turun 0,1% dan saham berjangka Dow Jones Industrial Average naik 23 poin, atau kurang dari 0,1%.
(mkh/mkh)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277129/original/053973300_1751984892-persib.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416895/original/041798400_1763475083-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-1.JPG)

