Jakarta, CNBC Indonesia - Israel dilaporkan terus menggempur Jalur Gaza di tengah eskalasi konflik kawasan Timur Tengah. Tak hanya itu, Israel juga membatasi akses bantuan kemanusiaan, termasuk evakuasi medis dan distribusi pangan.
Berdasarkan analisis Al Jazeera, dalam 40 hari terakhir, serangan terjadi selama 36 hari. Artinya, hanya empat hari tanpa laporan kekerasan, korban jiwa, maupun cedera di wilayah tersebut.
Periode 28 Februari hingga 8 April mencatat sedikitnya 107 orang tewas dan 342 lainnya terluka akibat serangan di Gaza. Sementara itu, sejak gencatan senjata enam bulan lalu, total korban tewas mencapai sedikitnya 738 orang dengan lebih dari 2.000 korban luka.
Secara keseluruhan, lebih dari 72.000 orang dilaporkan tewas sejak konflik berlangsung, dengan sedikitnya 172.000 lainnya terluka. Mayoritas korban disebut merupakan perempuan dan anak-anak.
Di tengah perhatian global terhadap konflik yang juga melibatkan Iran, Israel disebut tetap melancarkan serangan hampir setiap hari, tidak hanya ke Gaza, tetapi juga ke Lebanon dan Tepi Barat.
Pada Rabu, seorang jurnalis kembali menjadi korban. Koresponden Al Jazeera, Mohammed Wiswash, dilaporkan tewas akibat serangan pesawat nirawak yang ditargetkan di Gaza.
Dari sisi kemanusiaan, akses layanan medis mengalami pembatasan signifikan. Sejak 28 Februari, otoritas Israel menutup penyeberangan, termasuk Rafah yang menjadi jalur utama keluar masuk Gaza melalui Mesir.
Padahal, dalam skema gencatan senjata, seharusnya 50 pasien per hari diizinkan keluar Gaza untuk mendapatkan perawatan, beserta pendamping mereka.
Data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menunjukkan lebih dari 18.500 pasien kritis, termasuk 4.000 anak-anak, membutuhkan evakuasi medis segera.
Namun, sejak akhir Februari, hanya 625 dari 7.800 orang yang diizinkan keluar untuk berobat, atau sekitar 8% dari jumlah yang direncanakan.
Selain itu, distribusi bantuan pangan dan obat-obatan juga dibatasi. Israel dilaporkan hanya mengizinkan 4.999 dari total 23.400 truk bantuan masuk ke Gaza, atau sekitar 20% dari jumlah yang disepakati.
Kondisi ini memperparah krisis kemanusiaan yang sudah terjadi. Berdasarkan data Integrated Food Security Phase Classification (IPC), sekitar 77% penduduk Gaza kini menghadapi tingkat kerawanan pangan akut.
Dari sekitar 1,6 juta orang yang dianalisis, ratusan ribu berada dalam kondisi krisis hingga darurat pangan, bahkan sebagian telah memasuki fase kelaparan.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)

