Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
10 April 2026 17:40
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Mitra Stania Prima meraih peringkat emas pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Penghargaan ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang berkelanjutan melalui efisiensi energi, penurunan emisi gas rumah kaca, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Capaian tersebut juga mencerminkan kontribusi perusahaan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.
Foto: PT Mitra Stania Prima Dapat Anugerah PROPER EMAS 2025
PT Mitra Stania Prima Dapat Anugerah PROPER EMAS 2025
PT Mitra Stania Prima merupakan salah satu unit bisnis di bawah ARSARI Tambang yang bergerak di sektor pertambangan, pengolahan, dan pemurnian bijih timah. Perusahaan ini berlokasi di Kawasan Industri dan Pelabuhan Air Kantung, Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Secara industri, PT Mitra Stania Prima (MSP) merupakan perusahaan pertambangan timah terbesar ketiga di Indonesia. Sejak 2013, MSP telah aktif melakukan kegiatan penambangan di wilayah Mapur dengan luas konsesi mencapai 233,5 hektare dan potensi cadangan sebesar 7.551 ton timah.
Dalam rantai bisnisnya, MSP juga memiliki dan mengoperasikan fasilitas pengolahan dan pemurnian timah. Perusahaan mengoperasikan dua tungku listrik dengan kapasitas total mencapai 3.811 ton pada 2024, serta memanfaatkan energi hijau yang bersumber dari Renewable Energy Certificate (REC) PLN & green electricity furnace.
Produk ingot timah bermerek MSP juga telah terdaftar di London Metal Exchange (LME), yang menjadi salah satu indikator standar kualitas global. Saat ini, perusahaan mencatat ekspor sekitar 3.300 ton logam timah.
Transformasi Energi & Ekoinovasi Dorong Efisiensi dan Penurunan Emisi
Dalam operasionalnya, perusahaan melakukan berbagai terobosan melalui program Ekoinovasi yang berfokus pada transformasi energi dan efisiensi proses produksi. Salah satu langkah utama adalah transisi penggunaan energi dari solar (diesel) menjadi listrik berbasis REC PLN serta pemanfaatan teknologi green electricity furnace.
Selain itu, perusahaan juga melakukan konversi teknologi dari tanur pantul menjadi tanur listrik, mengganti fuel burner berbasis bahan bakar fosil dengan sistem elektrik, serta mengoptimalkan penggunaan overhead crane untuk mengurangi ketergantungan pada forklift berbahan bakar.
Transformasi ini memberikan dampak signifikan terhadap kinerja lingkungan dan efisiensi operasional.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap nilai ekonomi karbon, perusahaan juga telah melakukan langkah awal melalui skema carbon trading dengan pembelian 1.000 kg CO₂ eq yang terdaftar dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI).
Di sisi energi, perusahaan turut mengintegrasikan penggunaan listrik REC dan bahan bakar biosolar B35 sebagai bagian dari strategi transisi menuju energi yang lebih bersih.
Inovasi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Sirkular
Tak hanya berfokus pada aspek lingkungan, perusahaan juga menjalankan inovasi sosial melalui Program ARSARI yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular.
Program ini memanfaatkan limbah kelapa menjadi produk bernilai seperti biochar dan asap cair melalui teknologi retort berbasis pembakaran tertutup.
Melalui program tersebut, perusahaan berhasil membentuk empat kelompok masyarakat dengan peningkatan pendapatan rata-rata berkisar Rp1,5 juta hingga Rp1,9 juta per bulan. Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap penurunan emisi dari 115 ton menjadi 35 ton CO₂eq serta mendukung rehabilitasi daerah aliran sungai seluas 72 hektare.
Foto: MSP
SP melalui program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) hadir untuk menyediakan falisitas bagi para pelaku UMKM di Bangka
Dalam aspek sosial, perusahaan turut menjalankan Program TAMASYA yang berfokus pada pengembangan anak dan keluarga. Program ini mencakup pembinaan TPA, pelatihan pengasuh bersertifikasi, pemantauan tumbuh kembang anak, kelas parenting, serta kerja sama layanan kesehatan dengan puskesmas setempat.
Secara keseluruhan, berbagai inisiatif tersebut menunjukkan integrasi antara aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Komitmen PT Mitra Stania Prima terhadap nilai keberlanjutan tersebut menjadikan perusahaan ini meraih peringkat emas pada PROPER 2025.
(mae/mae)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450746/original/023400300_1766159119-national-773x380.png)