Jakarta, CNBC Indonesia - Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln akhirnya tiba di Thailand setelah berbulan-bulan menjalankan misi tempur di Timur Tengah. Kunjungan ke pelabuhan Laem Chabang ini menjadi persinggahan pertama kapal tersebut dalam lebih dari delapan bulan.
Kapal berbobot sekitar 100.000 ton itu terlihat mengalami karat pada bagian lambung setelah menghabiskan waktu panjang di laut. Lincoln sebelumnya berangkat dari San Diego pada November dan dijadwalkan kembali ke California Selatan pada akhir tahun, yang akan menjadikannya salah satu penugasan terpanjang dalam sejarah modern Angkatan Laut AS.
"Kami semua sangat antusias menjadikan Thailand sebagai lokasi kunjungan pelabuhan pertama dalam penugasan bersejarah kami ini," ujar Kapten Dan Keeler, komandan USS Lincoln, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip CNN International, Rabu (2/9/2026).
tru
Menurut Senator AS Richard Blumenthal, Lincoln mencatat rekor modern untuk jumlah hari berturut-turut di laut ketika menjalankan misi tempur dan blokade dalam konflik dengan Iran. Durasi penugasan tersebut memicu sorotan terhadap kondisi sekitar 5.000 awak kapal.
CNN sebelumnya melaporkan adanya persoalan moral di atas kapal yang antara lain dikaitkan dengan kekurangan pasokan, serta setidaknya satu dugaan upaya bunuh diri. Blumenthal bahkan telah menyurati Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan penjabat Menteri Angkatan Laut untuk meminta penjelasan mengenai kondisi kehidupan para awak.
"Terdapat banyak laporan mengenai kekurangan pasokan kebutuhan pokok, kontaminasi air, masalah saluran air, penurunan kesehatan mental, serta kekhawatiran keselamatan di dek kapal," tulis Blumenthal. Ia juga menyoroti gangguan layanan pos yang membuat sejumlah paket kiriman awak kapal hilang selama berbulan-bulan.
Hegseth membantah gambaran mengenai kondisi Lincoln tersebut dan menyebut situasinya telah "digambarkan secara keliru". Presiden AS Donald Trump juga sebelumnya menepis kekhawatiran mengenai lamanya penugasan dengan mengatakan durasi tersebut "sama sekali belum cukup lama".
Di tengah polemik itu, Pentagon mengumumkan USS George Washington yang berbasis di Jepang akan dikerahkan ke Timur Tengah untuk menggantikan Lincoln. Langkah tersebut memicu kritik karena keberangkatan George Washington dari Asia Timur dinilai memperlihatkan keterbatasan kapasitas Angkatan Laut AS dalam mempertahankan kehadiran militernya di kawasan sekaligus menghadapi tantangan dari China dan Korea Utara.
Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Daryle Caudle mengakui penugasan berkepanjangan memberikan tekanan terhadap personel, keluarga, dan institusi Angkatan Laut.
"Saya lebih memilih penugasan selama tujuh bulan. Biasanya saya sangat menentang perpanjangan masa tugas. Namun, musuh juga turut menentukan situasinya," ujar Caudle, dikutip USNI News.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5588928/original/089544700_1778143903-1000412385.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5669124/original/011292600_1778417837-Nonton_bersama_Persija_vs_Persib_di_Se_Indonesia_sambil_menikmati_se_i_sapi.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405356/original/074050200_1762458033-1000096973.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418556/original/081909100_1763622046-bojan.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5302683/original/090005400_1754032598-Latihan_Persija_Jakarta-15.jpg)


