Kata-Kata Bos Pengusaha Ekspor Respons Efek Mundurnya Gubernur BI

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran terhadap pelemahan nilai tukar rupiah mencuat setelah kabar mundurnya Gubernur Bank Indonesia. Namun, kalangan pelaku usaha memandang bank sentral masih memiliki instrumen untuk menjaga stabilitas mata uang nasional.

Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan belum melihat adanya alasan yang mengarah pada perubahan besar terhadap kondisi moneter dalam waktu dekat. Menurutnya, Bank Indonesia tetap bekerja melalui mekanisme kelembagaan.

"Maaf belum bisa terpikirkan yang spesifik, namun secara umum pengelolaan kebijakan moneter masih ada tim BI yang menangani," kata Benny.

Ia menjelaskan perhatian pelaku usaha memang tertuju pada arah pergerakan rupiah. Sebab, perubahan nilai tukar akan memengaruhi biaya usaha, khususnya bagi perusahaan yang bergantung pada aktivitas perdagangan internasional.

Benny menilai Bank Indonesia telah memiliki berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas kurs. Karena itu, pasar diharapkan tetap memberikan kepercayaan terhadap kebijakan yang telah berjalan.

"BI sudah punya kebijakan moneter yang menahan turunnya rupiah," ujarnya.

Adapun mantan Gubernur BI Perry Warjiyo resmi mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) per 25 Juli 2026. Pengunduran dirinya dilayangkan melalui surat kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden berterima kasih dan mengapresiasi atas tugas Perry Warjiyo selama 7 tahun memimpin Bank Indonesia (BI).

"Bapak Presiden menerima pengunduran diri bapak Perry Warjiyo tentu disertai ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama 7 tahun lamanya memimpin Bank Indonesia," ujar Prasetyo dalam konferensi pers pagi ini di Gedung BI, Senin (27/7/2026).

Atas pengunduran diri tersebut, Deputi Gubernur BI Destry Damayanti otomatis dipilih menjadi Gubernur BI sementara sesuai dengan aturan Undang-Undang Bank Indonesia.

Destry mengatakan pengunduran diri Perry Warjiyo dilakukan secara sukarela.

"Sehubungan dengan pengunduran diri saudara Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI secara sukarela karena alasan pribadi pada tanggal 25 Juli 2026," kata Destry.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |