Ketemu Dinosaurus Sebesar Ayam, Ternyata Saudara T-Rex

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa sangka dinosaurus seukuran ayam yang hidup jutaan tahun lalu, ternyata masih kerabat jauh Tyrannosaurus rex (T-rex). Temuan fosil lengkap spesies Alnashetri cerropoliciensis mengungkap fakta soal hubungan evolusi keduanya. Sebelumnya, spesies ini hanya dikenal dari beberapa tulang kaki yang ditemukan pada 2012.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature, oleh tim paleontolog dari Argentina dan Amerika Serikat.

Mengutip ElPais, fosil terbaru ditemukan di situs La Buitrera, Provinsi Río Negro, Argentina. Dinosaurus ini tergolong salah satu theropoda non-unggas terkecil yang pernah tercatat, dengan tinggi kurang dari 40 cm, panjang sekitar 70 cm, dan berat hanya 1kg.

Secara fisik, ukurannya menyerupai ayam modern, namun merupakan predator pemakan vertebrata kecil yang hidup sekitar 95 juta tahun lalu di lingkungan gurun. Ilmuwan menduga hewan ini memiliki bulu, berdasarkan posisi evolusionernya dalam kelompok theropoda.

Ilustrasi dinosaurus seukuran ayam (Alnashetri cerropoliciensis ). (ElPais)Ilustrasi dinosaurus seukuran ayam (Alnashetri cerropoliciensis ). (ElPais)

Penulis utama studi, Peter Makovicky dari University of Minnesota, menyebut spesimen ini kemungkinan besar berjenis kelamin betina. Indikasi tersebut terlihat dari endapan kalsium pada jaringan tulang yang umumnya terkait proses bertelur, meski belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Secara evolusi, Alnashetri termasuk kelompok alvarezsauroid dan masih berada dalam cabang besar yang sama dengan Tyrannosaurus rex, yakni coelurosauria. Namun hubungan kekerabatan itu hanya sampai pada tingkat kelompok besar.

Penemuan ini juga membantah teori lama yang menyebut alvarezsaurid mengalami tren penyusutan ukuran tubuh secara bertahap.

Sebelumnya, spesies awal seperti Haplocheirus sollers diketahui berukuran jauh lebih besar, sehingga muncul hipotesis miniaturisasi evolusioner. Namun keberadaan Alnashetri menunjukkan evolusi kelompok ini lebih kompleks dan tidak linear.

Selain itu, temuan ini memperkuat pandangan bahwa alvarezsaurid bukanlah burung tak bisa terbang, melainkan dinosaurus theropoda yang memiliki ciri mirip burung. Mereka lebih dekat kekerabatannya dengan dinosaurus seperti Gallimimus dibandingkan burung modern.

Ilmuwan menilai kelengkapan fosil membuka peluang riset lanjutan, mulai dari rekonstruksi otot, analisis biomekanika pergerakan, hingga paleoneurologi.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |