Liga 4 Diguncang Aksi Brutal: 2 Pemain Dijatuhi Sanksi Seumur Hidup dalam Sepekan, Terbaru dari Klub KAFI Jogja FC

1 day ago 7

Bola.com, Yogyakarta - Kompetisi Liga 4 kembali tercoreng oleh aksi kekerasan di lapangan hijau. Dalam sepekan, dua pemain dijatuhi sanksi berat; larangan beraktivitas dalam dunia sepak bola seumur hidup.

Terbaru, Asprov PSSI DIY secara resmi menjatuhkan hukuman tegas kepada pemain KAFI Jogja FC, Dwi Pilihanto Nugroho, buntut aksi berbahaya dalam pekan ke-6 Liga 4 Piala Gubernur DIY 2025/2026 melawan UAD FC.

Insiden tersebut terjadi di Lapangan Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Selasa (6/1/2026). Pada menit ke-72, Dwi Pilihanto yang mengenakan nomor punggung 2 terlihat mengangkat kaki terlalu tinggi hingga menyerupai tendangan kungfu.

Aksi ngawur itu mengenai kepala pemain UAD FC Yogyakarta, Amirul, yang langsung terjatuh sambil memegangi kepalanya. Pada laga ini, KAFI Jogja FC menang dengan skor tipis 1-0.

Simak profil lengkap Desire Doue, bintang muda PSG yang bersinar di final Liga Champions 2025. Dari bukan siapa-siapa, hingga menjadi pahlawan bagi PSG.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Penjelasan Asprov PSSI DIY

Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY yang juga anggota Komite Disiplin (Komdis), Wendi Umar Senoadji, menegaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan tidak main-main.

Setelah melalui proses pemeriksaan, perbuatan Dwi Pilihanto Nugroho terbukti melanggar Pasal 48 juncto Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025. Selain itu, sang pemain diwajibkan membayar denda administratif sebesar Rp1 juta.

"Hukuman yang dijatuhkan yakni denda Rp1 juta dan larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup," ujar Wendi Umar pada Kamis (8/1/2026).

"Asprov PSSI DIY tidak mentolerir tindakan-tindakan yang mencederai fair play, baik itu kepada pemain maupun siapapun yang berada dalam lingkup sepak bola,” tegasnya.

Evaluasi Wasit

Dalam putusan tersebut, Komite Wasit menyampaikan rekomendasi evaluasi dan pembinaan pada perangkat pertandingan yang bertugas di laga itu.

Tidak hanya itu, Komite Wasit juga bakal melakukan penyegaran penerapan Laws of The Game serta Regulasi Pertandingan secara menyeluruh kepada perangkat pertandingan di lingkungan PSSI DIY.

Pasalnya, saat insiden pelanggaran keras pemain KAFI Jogja, wasit Ega Bagus cuma memberikan kartu kuning kepada pemain bersangkutan. Dalam pandangan mata, foul semacam itu seharusnya dihukum kartu merah langsung.

"Yang pasti, Kami ingin kompetisi ini menjadi ajang pembinaan yang sehat. Semua pihak harus menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan,” ucap Wendy Umar.

Bukan Kasus Tunggal

Sebelumnya, Komdis Asprov PSSI Jawa Timur juga mengambil langkah serupa. Mereka menjatuhkan sanksi larangan berkecimpung di sepak bola selamanya kepada pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar.

Keputusan itu diambil menyusul tindakan brutalnya terhadap pemain lawan saat laga 32 besar Grup C Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 yang mempertemukan Putra Jaya Pasuruan versus Perseta 1970 Tulungagung.

Berlokasi di Stadion Gelora Bangkalan pada Senin (5/1/2026), Hilmi Gimnastiar melakukan pelanggaran berat dengan menendang bagian dada pemain Perseta, Firman Nugraha Ardhiansyah, secara sengaja.

Akibat tendangan tersebut, Firman Nugraha dikabarkan mengalami luka cukup parah. Bahkan, ada bekas pul sepatu di bagian dada pemain tersebut.

"Hukuman itu kami putuskan agar tidak ada pemain lain yang meremehkan dengan melakukan tindakan yang sama, ini sepak bola bukan bela diri," kata Ketua Komdis Asprov PSSI Jatim, Samiadji Makin Rahmat, Selasa (6/1/2026).

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Ana Dewi
  • Hendry Wibowo
Read Entire Article
| | | |