LPDP Buka Suara soal Alumni Bangga Anak Jadi WNA

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) buka suara terkait polemik di media sosial yang dipicu oleh salah satu alumninya, yakni Dwi Sasetyaningtyas.

Melalui akun Thread, akun @lpdp_ri menyampaikan bahwa menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan kepada seluruh penerima beasiswa.

LPDP menjelaskan, setiap awardee memiliki kewajiban masa pengabdian di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun. Dalam kasus DS yang menempuh studi dua tahun, kewajiban kontribusinya adalah lima tahun.

LPDP menyebut DS telah lulus S2 pada 31 Agustus 2017 dan telah menyelesaikan masa pengabdiannya, sehingga tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan lembaga tersebut.

Meski begitu, LPDP tetap akan melakukan komunikasi untuk mengimbau agar yang bersangkutan lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan memahami sensitivitas publik.

Sementara itu, perhatian juga mengarah pada suami DS, yakni Arya Pamungkas Irwantoro yang juga merupakan alumnus LPDP. Lembaga tersebut menyatakan AP diduga belum menuntaskan kewajiban kontribusinya setelah menyelesaikan studi.

Saat ini LPDP tengah melakukan pendalaman internal dan akan memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi.

"LPDP akan melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," dikutip Sabtu (21/2/2026).

LPDP menegaskan komitmennya untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni demi menjaga integritas institusi.

Sebagai informasi, nama Dwi Sasetyaningtyas viral setelah beredar unggahan di media sosial yang memperlihatkan dirinya menyatakan kebanggaan karena anaknya menjadi warga negara asing (WNA).

Unggahan tersebut memicu polemik karena DS diketahui merupakan alumni penerima beasiswa dari LPDP, program yang dibiayai oleh dana publik dengan tujuan mencetak SDM yang berkontribusi bagi Indonesia.

Kontroversi muncul karena publik menilai pernyataan tersebut bertentangan dengan semangat pengabdian dan nasionalisme yang melekat pada skema beasiswa LPDP. Isu ini kemudian berkembang, termasuk menyoroti kewajiban masa kontribusi para awardee setelah lulus studi.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |