Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan meningkat di Pakistan menyusul insiden penembakan oleh Marinir Amerika Serikat terhadap para demonstran yang menyerbu konsulat AS di Karachi pada akhir pekan lalu.
Dilansir Reuters, Selasa (3/3/2026), dua pejabat AS mengonfirmasi bahwa penggunaan kekuatan semacam ini di lokasi diplomatik adalah kejadian yang jarang terjadi dan bisa memperburuk situasi di negara tersebut, terlebih di tengah protes besar-besaran atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pada Minggu (1/3/2026), sepuluh orang dilaporkan tewas ketika para pengunjuk rasa berhasil menerobos dinding luar kompleks konsulat setelah serangan yang menewaskan Khamenei.
Pejabat AS yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa hingga saat ini, belum jelas apakah tembakan yang dikeluarkan oleh Marinir mengenai atau membunuh siapapun. Mereka juga tidak mengetahui apakah ada tembakan yang dikeluarkan oleh pihak lain yang melindungi misi tersebut, termasuk petugas keamanan swasta dan polisi lokal.
Sukhdev Assardas Hemnani, juru bicara pemerintah provinsi, menyatakan bahwa "personel keamanan" telah membuka tembakan, namun tidak menjelaskan afiliasi mereka. Situasi ini menunjukkan kebingungan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
Di banyak insiden di misi diplomatik AS, operasi keamanan sehari-hari sering kali dilakukan oleh kontraktor swasta dan pasukan lokal. Namun, keterlibatan Marinir dalam insiden ini menunjukkan betapa seriusnya konsulat menanggapi ancaman yang ada.
Adapun Pakistan adalah rumah bagi komunitas Syiah terbesar kedua di dunia setelah Iran. Situasi semakin memanas ketika pemerintah Pakistan melarang pengumpulan massa di seluruh negeri setelah protes terhadap serangan di Iran meluas, dengan 26 orang dilaporkan tewas di seluruh negeri.
Para pengunjuk rasa di luar konsulat pada hari Minggu meneriakkan seruan "Matilah Amerika! Matilah Israel!", sementara Reuters melaporkan terdapat suara tembakan dan gas air mata ditembakkan di jalanan sekitarnya.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan setidaknya satu pengunjuk rasa menembakkan senjata ke arah konsulat, sementara beberapa demonstran terlihat terluka parah dan melarikan diri saat tembakan berlangsung.
Seorang pejabat kepolisian Karachi menyebutkan bahwa tembakan tersebut berasal dari dalam area konsulat. Marinir AS merujuk pertanyaan kepada militer AS, yang selanjutnya merujuknya kepada Departemen Luar Negeri.
Hingga saat ini, Departemen Luar Negeri belum memberikan komentar terkait insiden tersebut.
Para pemimpin komunitas Syiah telah menyerukan protes lebih lanjut di Lahore dan Karachi meskipun ada larangan berkumpul secara publik di seluruh negeri. Di sekitar konsulat AS di Karachi, jalan-jalan diblokir dan ada kehadiran polisi yang berat di area tersebut. Langkah-langkah serupa juga diterapkan di misi AS lainnya di Lahore dan Islamabad.
(luc/luc)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403623/original/076212200_1762332363-PSS.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)



