Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
07 July 2026 20:10
Jakarta, CNBC Indonesia - Di balik Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), ada satu unit yang sering disebut sebagai salah satu alat paling penting Teheran di luar negeri. Unit itu disebut Quds Force atau Pasukan Quds.
Pasukan Quds merupakan satuan operasi luar negeri IRGC. Berbeda dari tentara biasa yang bertugas menjaga Iran, Pasukan Quds lebih dikenal karena operasinya di luar negeri, terutama dalam menjalin hubungan dengan kelompok-kelompok bersenjata yang dekat dengan Iran.
Apa Itu Pasukan Quds?
Mengutip Council on Foreign Relations (CFR), IRGC dibentuk setelah Revolusi Iran 1979 sebagai kekuatan yang berada di luar militer Iran.
Sejak awal, korps ini dibuat untuk menjaga pemerintahan baru Iran dan menjawab langsung kepada Pemimpin Tertinggi Iran.
Dalam perkembangannya, IRGC tumbuh menjadi salah satu institusi paling kuat di Iran. Selain memiliki pasukan darat, laut, udara, dan milisi Basij, IRGC juga membawahi Pasukan Quds sebagai lengan ekspedisi atau operasi luar negeri.
CFR menyebut Pasukan Quds muncul sebagai cabang eksternal IRGC. Satuan ini menjalin hubungan dengan berbagai kelompok bersenjata di Afghanistan, Irak, Lebanon, wilayah Palestina, Yaman, dan negara lain. Dukungan yang diberikan mencakup pelatihan, senjata, pendanaan, hingga nasihat militer.
National Counterterrorism Center (NCTC) Amerika Serikat juga menjelaskan bahwa IRGC terdiri dari pasukan darat, laut, udara, Basij, dan IRGC-Qods Force. Dalam keterangan NCTC, Pasukan Quds disebut sebagai organisasi utama rezim Iran untuk menjalankan aktivitas rahasia di luar negeri.
Nama Quds sendiri merujuk pada Al-Quds, sebutan Arab untuk Yerusalem. Nama ini lekat dengan sikap politik Iran yang sejak Revolusi 1979 menempatkan isu Palestina sebagai salah satu bagian penting dalam kebijakan luar negerinya.
Jaringan Iran di Timur Tengah
Pasukan Quds menjadi perhatian banyak kalangan karena perannya dalam jaringan kelompok sekutu Iran di Timur Tengah. Beberapa kelompok yang kerap dikaitkan dengan dukungan Iran antara lain Hezbollah di Lebanon, milisi Syiah di Irak, Houthi di Yaman, serta kelompok Palestina seperti Hamas dan Palestinian Islamic Jihad.
Di Irak, Pasukan Quds lama dikaitkan dengan hubungan Iran dan sejumlah milisi Syiah. Setelah invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003, pengaruh Iran di negara itu ikut meningkat. CFR mencatat keterlibatan IRGC di Irak menjadi salah satu sumber ketegangan besar antara Teheran dan Washington.
Di Suriah, Pasukan Quds juga muncul dalam konflik yang berlangsung setelah gelombang Arab Spring 2011. Iran awalnya menyebut keberadaan personelnya di Suriah terkait misi terbatas untuk melindungi tempat-tempat suci Syiah. Belakangan, Iran mengakui pasukannya membantu pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dalam konflik di negara tersebut.
Di Yaman, IRGC juga disebut menyalurkan dukungan intelijen, pelatihan, dan senjata kepada Houthi. NCTC menyebut IRGC-QF memberikan senjata dan pelatihan kepada Houthi, yang kemudian digunakan dalam serangan terhadap kapal komersial di Laut Merah sepanjang 2024.
Jumlah pasti personel Pasukan Quds tidak terbuka untuk publik. Namun NCTC memperkirakan IRGC memiliki sekitar 150.000 hingga 190.000 personel. Dari jumlah tersebut, Pasukan Quds diperkirakan beranggotakan sekitar 5.000 hingga 15.000 orang yang dipilih dari tubuh IRGC.
Pucuk Pimpinan Quds
Nama paling terkenal dari Pasukan Quds adalah Qasem Soleimani. Dia memimpin unit tersebut dari 1997 hingga 2020. Soleimani menjadi figur yang sangat dikenal karena perannya dalam memperluas jaringan Iran di Irak, Suriah, Lebanon, dan kawasan lain.
Soleimani tewas pada Januari 2020 dalam serangan drone Amerika Serikat di Baghdad, Irak. Setelah kematiannya, Iran menunjuk Esmail Qaani sebagai komandan Pasukan Quds. Reuters menyebut Qaani sebelumnya menjabat sebagai wakil komandan Pasukan Quds sejak 1997.
Qaani punya latar belakang panjang di IRGC. Dia pernah bertempur dalam Perang Iran-Irak pada 1980-an dan memiliki pengalaman operasi luar negeri di kawasan timur Iran, termasuk Afghanistan dan Pakistan. Reuters mencatat Qaani tidak memiliki profil publik sebesar Soleimani dan lebih sering menjalankan pertemuan secara tertutup.
Di bawah Soleimani, Pasukan Quds dikenal luas karena keterlibatannya dengan milisi-milisi sekutu Iran di dunia Arab. Reuters menyebut jaringan proksi Iran, mulai dari Hezbollah di Lebanon, milisi Syiah Irak, hingga Houthi di Yaman, tumbuh kuat pada masa Soleimani memimpin Pasukan Quds.
Pasukan Quds juga menjadi bagian dari perhatian besar Amerika Serikat terhadap IRGC. Pada April 2019, AS menetapkan IRGC sebagai Foreign Terrorist Organization. NCTC mencatat Amerika Serikat juga telah memasukkan IRGC-QF dalam daftar terkait terorisme sejak Oktober 2007, serta menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah tokohnya.
Bagi Iran, IRGC dan Pasukan Quds berada dalam struktur keamanan negara. Bagi Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat, satuan ini dipandang sebagai aktor utama dalam operasi luar negeri Iran dan dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan.
Hingga kini, Pasukan Quds tetap menjadi salah satu unit paling tertutup dalam struktur militer Iran. Informasi mengenai jumlah personel, jalur komando lapangan, hingga detail operasinya tidak banyak dibuka ke publik.
Dari berbagai laporan lembaga internasional, Pasukan Quds dikenal sebagai penghubung utama Iran dengan jaringan kelompok bersenjata di luar negeri, terutama di Timur Tengah.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/luc)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449843/original/037142600_1766116592-teja_3.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461718/original/089739600_1767433302-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174269/original/058441100_1742913019-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-15.JPG)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5508843/original/080072800_1771622792-20260220AA_Persija_Jakarta_vs_PSM_Makassar-14.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174417/original/068290200_1742926263-Timnas_Indonesia_vs_Bahrain-13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
