Menteri Hanif Punya Ambisi RI Bebas Sampah di 2029, Butuh Dana Segini

8 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Ambisi besar pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah nasional hingga 2029 membutuhkan dukungan anggaran yang tidak kecil. Total investasi yang dibutuhkan mencapai ratusan triliun rupiah. Kebutuhan biaya tersebut mencakup pembangunan fasilitas hingga operasional sistem pengelolaan.

"Total capex yang diperlukan sampai tahun 2029 untuk nilai terkini adalah 139,44 triliun dengan total opex di angka 11,75 triliun," kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Senin (6/4/2026).

Meski terlihat besar, pemerintah menilai biaya operasional tersebut dapat tertutup melalui skema ekonomi sirkular yang dihasilkan dari pengolahan sampah.

"Namun total opex ini merupakan menghasilkan ekonomi sirkuler yang akan membiayai ini sendiri," ujar Hanif .

Fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur pengolahan sampah di berbagai daerah.

"Yang paling penting kita segera mengalkulasi pemenuhan biaya untuk menyiapkan fasilitas yang diperlukan secara nasional," sebut Hanif.

Petugas mengoperasikan alat berat saat melakukan pencarian korban longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Petugas mengoperasikan alat berat saat melakukan pencarian korban longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Petugas mengoperasikan alat berat saat melakukan pencarian korban longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pemerintah juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang di tingkat daerah agar pembangunan tidak berjalan parsial.

"Sedang kita lakukan kolaborasi dengan Kementerian PUPR, Kemendagri dan Bappenas untuk menyusun detil keperluan dari penanganan sampah," kata Hanif.

Selain itu, penyusunan rencana induk sistem pengelolaan sampah menjadi kewajiban bagi seluruh pemerintah daerah.

"Kementerian Lingkungan Hidup sedang mendorong semua kabupaten kota menyelesaikan rencana induk sistem pengelolaan sampah," ujar Hanif.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan keselarasan antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah. Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan perubahan perilaku masyarakat melalui pemilahan sampah dari sumber.

"Tahun ini kita memiliki dua target utama yaitu melakukan pilah sampah nasional menjadi dua kategori yaitu sampah organik dan sampah anorganik," katanya.

Dengan kombinasi pembiayaan, teknologi, dan perubahan perilaku, pemerintah optimistis target nasional dapat tercapai.

"Sehingga total capaian sampah yang ingin kita capai di tahun 2026 minimal di angka 57,75% dari target nasional," sebut Hanif.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |