Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan mayoritas pengemudi ojek online (ojol) memilih berstatus sebagai pelaku usaha mikro ketimbang menjadi pekerja atau karyawan.
Maman mengatakan itu setelah dirinya menggelar audiensi dengan sekitar 19 perwakilan komunitas dan asosiasi pengemudi ojol dari GrabBike, Gojek, hingga Maxim di Kantor Kementerian UMKM di Jakarta, Rabu (8/7/2026) sore.
"Saya menanyakan kepada teman-teman komunitas dan asosiasi ini terkait status mereka. Apakah menginginkan menjadi pekerja atau menginginkan menjadi usaha atau pengusaha mikro. Semuanya serentak 100% menginginkan status usaha," ujar Maman.
Menurut Maman, para pengemudi memiliki sejumlah alasan memilih status sebagai pelaku usaha. Salah satunya adalah fleksibilitas dalam bekerja. Selain itu, status tersebut dinilai memberi peluang bagi mereka untuk mengembangkan usaha lain di luar aktivitas sebagai pengemudi ojek online.
"Alasannya apa? Pertama ada fleksibilitas. Yang kedua, mereka menganggap dengan status usaha ini mereka bisa punya beberapa usaha lain karena mereka tidak hanya satu-satunya ojol. Dengan didorong statusnya menjadi pengusaha, mereka punya kesempatan untuk usaha-usaha yang lainnya," ungkapnya.
Karena itu, Maman menegaskan mayoritas pengemudi mendukung kebijakan pemerintah yang mengategorikan ojol sebagai pelaku usaha mikro. Menurutnya, aspirasi tersebut menjadi landasan pemerintah untuk memperjuangkan skema tersebut.
"Artinya sebagian besar mayoritas mendorong setuju untuk ke arah usaha mikro itu. Dan tentunya ini menjadi dasar kita juga untuk betul-betul memperjuangkan," tegasnya.
Lebih mudah dapat KUR
Dengan status sebagai pelaku usaha mikro transportasi online, pengemudi ojol nantinya berhak memperoleh berbagai fasilitas yang selama ini diberikan kepada pelaku UMKM, termasuk akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Maman menegaskan status baru tersebut secara otomatis akan mempermudah akses pengemudi terhadap pembiayaan pemerintah.
"Secara konsekuensi, pasti. Karena kehadiran pemerintah dengan program KUR memang ingin membuka akses pembiayaan kepada saudara-saudara kita yang punya keterbatasan modal," kata Maman.
Ia menilai penyaluran KUR kepada pengemudi ojol akan relatif lebih mudah karena seluruh aktivitas mereka sudah tercatat dalam ekosistem digital milik perusahaan aplikasi seperti Grab, Gojek, dan Maxim.
"Kalau kita dorong akses pembiayaan ini ke teman-teman ojol, ini menjadi lebih mudah karena ekosistemnya mereka sudah terbentuk. Mereka masuk dalam ekosistem digital, baik itu sistem yang ada di Grab, Goto, dan Maxim. Dari sisi pendapatan dan aktivitas mereka lebih mudah kita integrasikan," ujar Maman.
"Jadi menurut kita akan jauh lebih mudah nanti berurusan dengan teman-teman ojol dalam konteks akses pembiayaan," imbuhnya.
Meski demikian, ia menegaskan tidak semua pengemudi otomatis bisa memperoleh KUR. Pengemudi yang memiliki riwayat kredit bermasalah, seperti tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK dengan kolektibilitas (KOL) 5, tetap tidak memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku.
"Tapi teman-teman juga memahami. Kalau memang sudah pernah ada masalah kredit macet, ya kita tidak bisa berbuat banyak. Namun masih ada ratusan ribu teman-teman ojol yang berpeluang mendapatkan kesempatan ini," katanya.
Mekanisme pendataan
Terkait mekanisme pendataan, Maman memastikan pemerintah akan menyusun sistem yang sederhana agar tidak membebani pengemudi. Pemerintah akan membahas teknis pelaksanaannya bersama perusahaan aplikator.
"Saya pikir begini, seperti apa mekanismenya yang terpenting itu tidak merepotkan. Itu dulu ya. Kita akan bicarakan dengan aplikator, kita akan siapkan mekanisme yang sesimpel mungkin, semudah mungkin, dan tidak mengganggu aktivitas keseharian mereka," tegasnya.
Ia menjelaskan data pengemudi yang sudah dimiliki masing-masing aplikator nantinya akan diintegrasikan dengan sistem milik Kementerian UMKM, yakni SAPA UMKM. Dengan begitu, proses pendataan dapat dilakukan secara otomatis melalui sistem tanpa harus melalui pendaftaran ulang yang rumit.
"Di masing-masing kan sudah ada datanya. Nah jadi kita kan ada sistem SAPA UMKM tuh, ya tinggal kita integrasiin aja semuanya. By system nanti, langsung otomatis kok. Kan pada saat itu sudah terintegrasi, ya sudah, by system." tuturnya.
(arj/arj)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449843/original/037142600_1766116592-teja_3.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461718/original/089739600_1767433302-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174269/original/058441100_1742913019-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-15.JPG)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174417/original/068290200_1742926263-Timnas_Indonesia_vs_Bahrain-13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5508843/original/080072800_1771622792-20260220AA_Persija_Jakarta_vs_PSM_Makassar-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)


