Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
07 September 2026 13:45
Jakarta, CNBC Indonesia - Sukuk Ritel menjadi salah satu instrument yang menarik dan aman. Keuntungan investasi Sukuk Ritel tidak hanya berasal dari potensi imbal hasil yang dibayarkan secara rutin, tetapi juga memberikan kepastian pendapatan karena kuponnya bersifat tetap.
Sebagai informasi, pemerintah kembali menawarkan Sukuk Ritel kepada masyarakat dengan imbal hasil yang menarik, jauh di atas Bank Indonesia rate.
Berdasarkan informasi produk yang dipublikasikan Kementerian Keuangan dan mitra distribusi, SR025 tersedia dalam dua pilihan. SR025T3 menawarkan kupon tetap 6,80% per tahun untuk tenor tiga tahun, sedangkan SR025T5 memberikan kupon 6,90% per tahun untuk tenor lima tahun.
Penawaran berlangsung pada 21 Agustus-16 September 2026, dengan setelmen pada 23 September 2026. Kupon dibayarkan setiap bulan dan dikenai pajak penghasilan final sebesar 10%.
Dengan hitungan tersebut maka jika Anda menempatkan dana Rp100 juta di Sukuk Ritel seri SR025 maka Anda bisa menghasilkan pemasukan sekitar Rp510 ribu hingga Rp517.500 per bulan setelah pajak.
Jika seluruh kupon disimpan hingga jatuh tempo, gabungan modal dan hasil investasinya bisa mencapai Rp130,83 juta untuk tenor lima tahun.
Berapa Keuntungan dari Modal Rp100 Juta?
Pembelian SR025 dilakukan dalam kelipatan Rp1 juta. Dengan demikian, dana Rp100 juta setara dengan kepemilikan 100 unit.
Berikut simulasi kupon untuk satu bulan penuh. Perhitungan menerapkan pembulatan kupon bruto per unit ke rupiah penuh, kemudian dikalikan jumlah kepemilikan dan dikurangi pajak.
Dari perhitungan tersebut, SR025T5 memberikan tambahan penghasilan bersih Rp7.470 per bulan dibandingkan SR025T3 untuk modal yang sama.
Investor perlu membedakan kupon tahunan dengan pembayaran bulanan. Kupon 6,90% merupakan tingkat imbalan bruto per tahun, sehingga penerimaan setiap bulan dihitung dengan membaginya menjadi 12 bagian sebelum dipotong pajak.
Kupon Pertama Lebih Kecil
Pembayaran pertama memiliki periode perhitungan lebih pendek dari satu bulan penuh.
Kupon pertama yang dijadwalkan pada 10 Oktober 2026 menghitung 17 hari setelah setelmen, dengan faktor 17/30 bulan.
Berdasarkan simulasi pembulatan per unit, dana bersih yang diterima untuk modal Rp100 juta sekitar Rp288.990 pada SR025T3 dan Rp293.220 pada SR025T5.
Pembayaran berikutnya menggunakan kupon bulanan penuh. Apabila tanggal pembayaran jatuh pada hari nonkerja, pembayaran dilakukan pada hari kerja berikutnya sesuai ketentuan.
Modal dan Kupon Bisa Terkumpul Jadi Berapa?
Untuk melihat perkembangan dananya, simulasi berikut mengasumsikan seluruh kupon disimpan sebagai kas tanpa bunga. Investor membeli di pasar perdana dan mempertahankan kepemilikan sampai jatuh tempo.
Tabel berikut juga dapat digunakan sebagai dataset grafik, dengan tanggal pada sumbu horizontal dan jumlah dana pada sumbu vertikal.
SR025T3 menghasilkan total kupon bersih sekitar Rp18,14 juta hingga jatuh tempo pada 10 September 2029. Jika seluruh kupon tetap disimpan, gabungan pokok dan kas kupon menjadi Rp118,14 juta.
Sementara itu, SR025T5 menghasilkan total kupon bersih sekitar Rp30,83 juta hingga jatuh tempo pada 10 September 2031. Gabungan pokok dan kupon yang disimpan mencapai Rp130,83 juta.
Angka tersebut merupakan akumulasi penerimaan sepanjang masa investasi. Saat jatuh tempo, investor menerima pengembalian pokok Rp100 juta beserta kupon terakhir. Kupon sebelumnya telah dibayarkan secara bulanan.
Mengapa Hasil Tenor Lima Tahun Lebih Besar?
Besarnya selisih hasil akhir terutama dipengaruhi tambahan masa investasi selama dua tahun.
Pada titik waktu yang sama, yakni 10 September 2029, selisih akumulasi kupon bersih antara kedua seri hanya Rp265.680. Karena itu, membandingkan Rp18,14 juta dengan Rp30,83 juta perlu memperhitungkan perbedaan durasi investasinya.
Jika digambarkan dalam grafik, kedua garis bergerak hampir berimpitan hingga September 2029. Garis SR025T3 berhenti saat jatuh tempo, sedangkan SR025T5 terus bertambah hingga September 2031. Pertambahannya relatif tetap karena kupon disimpan tanpa menghasilkan bunga tambahan.
Perhatikan Kebutuhan Dana dan Harga Jual
Pilihan tenor perlu disesuaikan dengan kapan investor membutuhkan kembali uang pokoknya.
SR025 dapat diperdagangkan setelah masa minimum kepemilikan. Namun, harga jual di pasar sekunder bisa lebih rendah daripada harga pembelian, sehingga penjualan sebelum jatuh tempo dapat menimbulkan kerugian.
Seluruh angka dalam simulasi menggunakan nilai nominal pokok dan belum memperhitungkan biaya rekening, kustodian, transfer, maupun inflasi. Apabila kupon digunakan untuk belanja, jumlah dana yang tersisa akan lebih rendah daripada angka pada tabel.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336164/original/038669600_1788142068-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_22.34.27.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5588928/original/089544700_1778143903-1000412385.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5669124/original/011292600_1778417837-Nonton_bersama_Persija_vs_Persib_di_Se_Indonesia_sambil_menikmati_se_i_sapi.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405356/original/074050200_1762458033-1000096973.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418556/original/081909100_1763622046-bojan.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336881/original/062566600_1788192972-1000510076.jpg)

