Modus Penipuan Baru Nomor WhatsApp Pagi Sore, Awas Korbannya Banyak

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Rumah Makan Pagi Sore memberikan peringatan modus penipuan menggunakan nomor WhatsApp palsu. Nomor tersebut tertera di laman Google tempat makan tersebut dan telah menimbulkan beberapa korban.

Menurut penuturan pihak rumah makan, nomor palsu itu telah dilakukan penghapusan. Namun, pihak penipu terus berupaya memasukkannya secara berulang.

"Dengan ini kami menyampaikan imbauan kepada seluruh pelanggan untuk tidak melakukan transaksi dalam bentuk apapun ke nomor WhatsApp yang tertera pada halaman Google Pagi Sore, karena nomor tersebut merupakan nomor yang digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan," jelas pihak menajemen rumah makan dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (3/3/2026).

"Kami telah melakukan penghapusan terhadap nomor tersebut dari profil Google Pagi Sore. Namun demikian, pihak penipu terus memasukkan nomor lain secara berulang sehingga telah menimbulkan beberapa korban, khususnya yang mengatasnamakan cabang kami," lanjutnya.

Pihak manajemen juga telah melaporkan kepada pihak Google soal masalah tersebut. Diharapkan akun Google Bisnis tersebut tidak disalahgunakan dan mencegah terjadinya kerugian lebih lanjut.

Sementara kepada masyarakat, informasi nomor WhatsApp resmi Pagi Sore diminta untuk melihat dari postingan pin akun media sosial Instagram dan TikTok resmi rumah makan tersebut.

Selain itu, nomor ponsel juga bisa didapatkan melalui akses link resmi yang berada pada bio akun Instagram Pagi Sore.

"Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu berhati-hati dan memastikan komunikasi dilakukan melalui kanal resmi kami," pihak manajemen menjelaskan.

Modus Google Maps

Modus penipuan gaya baru menggunakan informasi di Google Maps sudah ditemukan di berbagai negara. Google dilaporkan telah menutup lebih dari 10.000 akun di Google Maps setelah teridentifikasi sebagai bisnis fiktif maupun akun yang telah diretas. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan dari sebuah perusahaan di Texas, Amerika Serikat yang menemukan akun palsu mengatasnamakan bisnis mereka di layanan peta Google.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Google melakukan penelusuran mendalam terhadap aktivitas mencurigakan di platform Maps.

"Begitu kami menerima laporan penipuan, kami langsung melakukan langkah agresif untuk mengidentifikasi iklan palsu lain yang serupa," ujar penasihat umum Google, Halimah DeLaine Prado, seperti dikutip dari CBS News.

Google menjelaskan, praktik penipuan ini banyak terjadi pada layanan yang tergolong "vertikal paksa", yakni jasa yang biasanya dicari dalam kondisi darurat, seperti tukang kunci atau bengkel kendaraan.

Lebih lanjut, para pelaku disebut bekerja sama dengan agen tertentu serta memanfaatkan media sosial guna memperluas jangkauan dan menguatkan citra bisnis palsu yang mereka jalankan. Salah satu modusnya adalah menampilkan daftar usaha fiktif ketika pengguna mencari layanan di lokasi tertentu.

Saat korban mencoba menghubungi bisnis tersebut, panggilan akan dialihkan sehingga mereka justru terhubung dengan penipu. Selanjutnya, korban akan dikenakan tarif yang jauh lebih tinggi dari harga normal.

DeLaine Prado juga mengimbau pengguna agar lebih waspada saat menggunakan Google Maps. Pengguna disarankan memverifikasi keabsahan informasi jika menemukan kejanggalan, termasuk mengecek alamat situs dan nomor telepon untuk memastikan benar milik perusahaan terkait. Selain itu, pengguna patut mencurigai bisnis yang meminta data pribadi atau mengharuskan pembayaran dengan metode yang tidak lazim.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |