Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
22 May 2026 20:10
Jakarta, CNBC Indonesia - Kapal induk bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Nimitz, kini berada di Laut Karibia bersama grup tempurnya. Kehadiran kapal induk tertua AS yang masih aktif itu terjadi saat Washington tengah meningkatkan tekanan terhadap Kuba.
Masuknya USS Nimitz ke daerah tersebut dikonfirmasi oleh U.S. Southern Command (SOUTHCOM). Pengumuman itu muncul bersamaan dengan langkah Departemen Kehakiman AS yang menjerat mantan Presiden Kuba Raúl Castro dalam kasus penembakan jatuh pesawat pada 1996. Insiden tersebut menewaskan tiga warga AS.
Intip Isi USS Nimitz, Kapal Induk Tertua AS yang Masih Aktif
USS Nimitz adalah kapal induk milik Amerika Serikat yang termasuk dalam kelas Nimitz, yakni grup kapal induk besar bertenaga nuklir milik Angkatan Laut AS.
Kapal ini merupakan unit pertama dalam kelas tersebut, sehingga namanya juga menjadi nama kelas kapal induk Nimitz. USS Nimitz dibangun oleh Newport News Shipbuilding Co. di Newport News, Virginia, dan mulai bertugas pada 1975.
Sejak saat itu, USS Nimitz menjadi salah satu penopang kekuatan Angkatan Laut AS. Kapal ini bahkan kini dikenal sebagai kapal induk tertua Amerika Serikat yang masih aktif
Dari sisi ukuran, USS Nimitz tergolong raksasa. Kapal ini memiliki panjang sekitar 332,85 meter atau 1.092 kaki. Lebar dek penerbangannya mencapai 76,8 meter, dengan luas sekitar 18.211,5 meter persegi.
Bobot penuh kapal ini juga sangat besar, yakni sekitar 101.000 hingga 104.000 ton dalam kondisi full load. Dengan ukuran sebesar itu, USS Nimitz bukan hanya kapal perang, tetapi juga bisa berfungsi sebagai pangkalan udara diatas air.
Tenaganya berasal dari dua reaktor nuklir Westinghouse A4W yang menggerakkan empat turbin uap dan empat shaft atau poros baling-baling. Total tenaganya mencapai sekitar 260.000 shaft horsepower atau sekitar 194 megawatt.
Sistem penggerak ini membuat USS Nimitz mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 30 knot.
Karena menggunakan tenaga nuklir, daya jelajahnya sangat panjang dan tidak bergantung pada pengisian bahan bakar seperti kapal perang konvensional.
Kapal ini juga membawa personel dalam jumlah sangat besar. Total awaknya sekitar 5.680 orang, gabungan dari 3.200 awak kapal dan 2.480 personel sayap udara.
Karena itulah USS Nimitz kerap disebut sebagai kota terapung. Di dalamnya bukan hanya ada pelaut, tetapi juga pilot, teknisi pesawat, petugas radar, operator senjata, tim logistik, tenaga medis, hingga personel pendukung operasi udara.
Kekuatan utama kapal induk ini bukan cuma pada badan kapalnya, tetapi juga pada kemampuan udaranya. USS Nimitz dapat membawa hingga sekitar 90 pesawat sayap tetap dan helikopter. Dalam operasi militer, komposisinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan misi.
Adapun sayap udara yang melekat pada pengerahan ini adalah Carrier Air Wing 17. Sayap udara tersebut terdiri dari sembilan skuadron dengan berbagai jenis pesawat.
Isinya antara lain F/A-18C/E/F Super Hornet untuk misi tempur, EA-18G Growler untuk perang elektronik, E-2D Hawkeye untuk peringatan dini di udara, C-2A Greyhound untuk angkut logistik, serta helikopter MH-60R/S Seahawk untuk berbagai tugas pendukung.
USS Nimitz juga memiliki sistem pertahanan sendiri. Kapal ini dilengkapi empat MK-38 Mod 2 25mm Machine Gun Systems, dua peluncur Rolling Airframe Missile atau RAM, dua peluncur MK-29 ESSM, serta dua MK-15 20mm Phalanx CIWS.
Sistem pertahanan tersebut berfungsi menghadapi ancaman jarak dekat, mulai dari rudal, pesawat, drone, hingga ancaman kecil di permukaan laut.
USS Nimitz Tak Berlayar Sendiri di Karibia
Kapal induk seperti USS Nimitz hampir tidak pernah bergerak sendirian. Saat berlayar, kapal ini biasanya menjadi pusat dari satu carrier strike group atau gugus tempur kapal induk.
Kapal induk akan selalu dikawal oleh unsur laut, udara, dan logistik yang berfungsi melindungi, membuka jalur, memperluas jangkauan operasi, sekaligus memperkuat kemampuan tempurnya.
Dalam pengerahan ke Laut Karibia, USS Nimitz datang bersama Carrier Air Wing 17, kapal perusak USS Gridley, serta kapal logistik USNS Patuxent.
Carrier Air Wing 17 menjadi kekuatan udara yang melekat pada kapal induk tersebut. Sementara USS Gridley berperan sebagai kapal perusak yang memperkuat pengawalan dan perlindungan armada. Adapun USNS Patuxent bertugas mendukung kebutuhan logistik selama operasi berlangsung.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4326913/original/079333100_1676563078-20231602IQ_Kongres_PSSI_39.jpg)








:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482119/original/085386600_1769161243-IMG_9502.jpeg)



