Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) meminta kepada pemerintah untuk melakukan intervensi agar kenaikan harga bahan baku plastik bisa ditekan.
Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo mengatakan pemerintah perlu mengintervensi kenaikan harga plastik, agar pelaku industri tidak semakin khawatir. Jika tidak, maka kenaikan harga produk semakin tak terhindarkan.
"Jika tidak ada intervensi cepat dari pemerintah, kenaikan harga yang lebih tinggi dan terganggunya pasokan AMDK di pasar akan sulit dihindari," kata Karyanto kepada CNBC Indonesia, Senin (13/4/2026).
Ia pun mendorong agar pemerintah bisa melakukan intervensi dengan berbagai cara, seperti relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) kemasan, pembebasan bea masuk anti-dumping resin, dan stimulus likuiditas bagi UMKM AMDK.
Foto: Seorang pengunjung berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (10/9/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Seorang pengunjung berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (10/9/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
"Kami saat ini sedang mendorong pemerintah untuk memberikan kebijakan shock absorber berupa relaksasi PPN kemasan, pembebasan bea masuk anti-dumping resin, serta stimulus likuiditas bagi UMKM agar industri ini tetap dapat bertahan dan terus melayani kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Seperti diketahui, industri AMDK merupakan salah satu pilar penting sektor manufaktur nasional. Saat ini terdapat 707 pabrik dengan kapasitas produksi terpasang mencapai 47 miliar liter pertahun dan menyerap sekitar 46.000 tenaga kerja langsung.
Industri ini juga mendukung jutaan pekerja di sepanjang rantai pasok distribusi serta berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia sebagai bagian dari subsektor makanan dan minuman.
Selain itu, AMDK memainkan peran strategis dalam kesehatan masyarakat dengan menyediakan akses air minum yang aman, higienis, dan berkualitas, sehingga membantu mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui air tidak bersih.
(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450746/original/023400300_1766159119-national-773x380.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102047/original/017122200_1737427568-safee-sali_30ea701.jpg)
