Peluk dan Cium Kunci Perdamaian, Buktinya Dibeberkan Penelitian

7 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat suasana memanas, konflik meluas, atau emosi tak terkendali, cara paling sederhana ternyata bisa menjadi penenang paling ampuh: berpelukan dan berciuman. Berdasarkan laporan penelitian yang dimuat BBC News berdasarkan hasil studi oleh Universitas Durham, Inggris, sentuhan fisik akrab bukan sekadar tanda kasih sayang, melainkan cara alami yang terbukti secara ilmiah meredakan ketegangan, mencegah pertengkaran, dan menjaga kedamaian-bahkan pada kerabat terdekat kita di dunia hewan.

Tim peneliti yang dipimpin Profesor Zanna Clay dari Universitas Durham mengamati perilaku lebih dari lima kelompok simpanse dan bonobo di dua tempat perlindungan alam di Republik Demokratik Kongo dan Zambia, selama lebih dari 1.400 jam pengamatan. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B pada 21 Juli 2026.

Para peneliti mendapati bahwa sebelum terjadi situasi berebut makanan atau kondisi lain yang berpotensi memicu konflik, kedua jenis kera ini sering melakukan kontak fisik erat-memeluk, saling menempelkan tubuh, mencium, bahkan memasukkan jari ke mulut sesamanya, sebagai bentuk "penenang" bersama.

"Sebelum menghadapi situasi menegangkan, mereka berkumpul, saling meyakinkan, bersentuhan, berpelukan, seolah berkata 'kita bersama, bukan musuh'," ujar Profesor Clay. Kelompok yang lebih sering saling memeluk terbukti lebih tenang, lebih jarang bertengkar, dan bisa makan berdampingan tanpa saling mengganggu.

Pada manusia, efek serupa bekerja melalui mekanisme biologis yang nyata, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai studi kesehatan dan psikologi termasuk laporan penelitian yang diterbitkan di jurnal Psychoneuroendocrinology serta Frontier in Psychology. Sentuhan disebut mengaktifkan saraf vagus, yang membantu tubuh beralih dari mode "siaga bahaya" ke mode "tenang dan aman".

Selain itu, pelukan dan ciuman memicu hormon kasih sayang oksitosin yang menurunkan kecemasan dan memperkuat rasa percaya serta menurunkan kortisol yaitu Hormon stres dalam darah berkurang tajam, sehingga detak jantung dan tekanan darah ikut turun.

Para peneliti mengingatkan bahwa semua manfaat ini hanya muncul jika kontak fisik dilakukan dengan sukarela kedua belah pihak. Jika dipaksakan, justru akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan memperburuk ketegangan.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
| | | |