Jakarta, CNBC Indonesia - Pengendali PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), yakni PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) menjual 659 juta (5,68%) saham IATA dengan harga rata -rata Rp96/saham, sehingga total transaksi mencapai Rp63 miliar.
Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/3/2026) transaksi ini bertujuan untuk rencana strategis Perseroan. Transaksi dilakukan pada 27 Januari - 3 Maret 2026. Setelah transaksi ini kepemilikannya di IATA menjadi 10,97%.
Sebelumnya, (BHIT) juga sempat menjual 1,68 miliar (5,37%) saham IATA dengan harga Rp88/lembar, sehingga total transaksi mencapai Rp148 miliar. Transaksi dilakukan pada 13 November 2025, dengan tujuan pengembangan usaha dengan mitra strategis. Setelah pembelian ini, kepemilikan BHIT di IATA menjadi 18,84%.
Penjualan saham IATA tersebut membuat BHIT mengurangi total sahamnya menjadi sebanyak 5,89 miliar lembar saham atau porsinya 18,84%. Sebelumnya, BHIT menguasai 7,57 miliar lembar saham atau 24,21%. Sehingga, persentase saham yang ditransaksikan sebesar 5,37%.
BHIT merupakan pengendali langsung dari IATA. Mengutip dari laporan bulanan registrasi pemegang efek yang berakhir pada 31 Oktober 2025, BHIT selaku pengendali IATA menguasai 24,21% atau sebanyak 7,57 miliar pada bulan tersebut. Satu bulan sebelumnya, BHIT masih mempertahankan jumlah saham dan porsi saham IATA.
Selain itu, IATA juga dikuasai oleh PT Karya Pacific. Per 31 Oktober 2025, perusahaan tersebut menguasai 12,31 miliar lembar saham atau porsinya 38,39%. Meskipun demikian, perusahaan tersebut bukanlah pengendali IATA.
Sedangkan BHIT, masih dikuasai oleh HT Investment Development yang berbasis di Kepulauan Virgin Britania Raya. Perusahaan tersebut memegang 13,23 miliar lembar saham atau 15,85%. Kemudian, BHIT dikuasai oleh pengendali dari PT Bhakti Panjiwira sebanyak 5,26 miliar atau 6,23%. Terakhir, oleh konglomerat Hary Tanoesoedibjo sebanyak 2,68 miliar lembar atau 3,22%.
Selebihnya, BHIT dipegang oleh bank asal Singapura, yaitu DBS Bank Ltd S/A sebanyak 8,32 miliar lembar. Porsinya di BHIT, sebesar 9,96%.
(ayh/ayh)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325898/original/063636000_1756043082-mu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425495/original/012212500_1764228894-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425735/original/089258700_1764236014-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH_Borneo_FC_Samarinda_vs_Bali_United_FC__2_.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310711/original/006695700_1754754744-1000625439.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)


