Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
01 June 2026 09:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan harga perak di pasar global menunjukkan dinamika pemulihan pada akhir pekan lalu. Berdasarkan data Refinitiv, perdagangan pada hari ini Senin (1/6/2026) pukul 7.15 WIB, harga perak spot (XAG/USD) berada pada level US$75,61 per troy ons menguat 0,48% dari perdagangan Jumat lalu.
Posisi ini mengindikasikan adanya dorongan apresiasi yang membawa aset logam industri ini keluar dari area support untuk mulai menguji batas resistensi teknikal.
Dinamika tersebut terjadi di tengah tarik-menarik antara kebijakan makroekonomi global dan defisit pasokan fisik struktural.
Dinamika Pasar dan Pengaruh Makroekonomi
Secara fundamental, pergerakan perak memiliki korelasi erat dengan tren konsolidasi yang turut membayangi emas. Angka inflasi utama Amerika Serikat yang bertahan di level 3,8% pada bulan April telah menghapus ekspektasi pasar terkait pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve dalam waktu dekat.
Kebijakan moneter ketat ini mendorong kenaikan imbal hasil riil, yang membatasi ruang penguatan aset tanpa imbal hasil seperti perak. Di samping itu, perpanjangan masa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran meredakan kepanikan pasar, sehingga menekan permintaan lindung nilai dari risiko geopolitik.
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis data tenaga kerja Amerika Serikat pada 6 Juni mendatang. Dengan tingkat pengangguran yang diperkirakan bertahan di angka 4,2% serta penambahan lapangan kerja baru di kisaran 120.000 hingga 150.000, indikator ekonomi ini diyakini akan memicu volatilitas yang tinggi sebagai penentu arah kebijakan bank sentral selanjutnya.
Defisit Struktural dan Sentimen Industri
Meskipun menghadapi tekanan moneter yang serupa dengan emas, perak memiliki landasan permintaan industri yang jauh lebih agresif. Institusi pasar mengonfirmasi bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun keenam secara beruntun di mana pasar perak global mengalami defisit pasokan struktural yang masif.
Kelangkaan fundamental ini sangat didorong oleh lonjakan permintaan dari sektor transisi energi hijau. Sektor tersebut mencakup percepatan produksi panel surya fotovoltaik, manufaktur komponen kendaraan listrik, hingga ekspansi infrastruktur perangkat keras untuk kebutuhan kecerdasan buatan.
Defisit pasokan yang kronis ini mendorong sejumlah analis di Wall Street untuk mempertahankan target harga jangka panjang perak menuju level US$81,00 pada tahun ini.
Analisis Teknikal dan Titik Kritis Harga
Dari sudut pandang teknikal, penutupan harga di angka US$75,25 memberikan perspektif pergerakan arah yang baru. Sebelumnya, perak sempat terjebak dalam descending channel setelah mengalami penolakan di zona resistance US$76,35 hingga US$77,02. Namun, pergerakan aktual di akhir pekan menunjukkan bahwa perak berhasil merangsek naik melewati batas resistance minor di US$74,99.
Saat ini, harga berada tepat di ambang pengujian garis trendline barrier di level US$75,39. Indikator momentum Relative Strength Index (RSI-14) saat ini berada di zona netral pada kisaran 49 hingga 54, yang memberikan fleksibilitas arah tanpa indikasi overbought maupun oversold.
Untuk strategi perdagangan sepekan ke depan, level US$75,39 menjadi titik ekuilibrium yang sangat krusial. Apabila perak mampu mencatatkan penutupan di atas level tersebut, terbuka peluang untuk melanjutkan pemulihan menuju major resistance di US$76,35.
Sebaliknya, jika harga kembali tertahan dan mengalami penolakan, perak berpotensi kembali terkoreksi menguji titik support terdekat di US$74,60 dengan target pelemahan lanjutan di angka US$73,47. Investor disarankan untuk mengawasi ketat pembukaan price gap pada awal pekan sebagai konfirmasi arah tren selanjutnya.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/luc)
Addsource on Google

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4326913/original/079333100_1676563078-20231602IQ_Kongres_PSSI_39.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4780552/original/013117000_1711071915-20240321BL_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_Stok_49.JPG)













