Mereka mendirikan tenda dan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memproduksi garam.
Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik matahari demi upah yang tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)
Sabkhat al-Muh adalah danau air asin musiman di Gurun Suriah yang menarik minat para pekerja untuk mengambil garam dari dataran garamnya dan mengangkutnya ke kawasan industri di Palmyra. (REUTERS/Karam al-Masri)
Setiap tahun, mulai dari musim semi hingga datangnya hujan sekitar bulan November, para pekerja beserta keluarga mereka pindah ke kawasan gersang tersebut; mereka mendirikan tenda dan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memproduksi garam. (REUTERS/Karam al-Masri)
Hassan Abboush, seorang pekerja pemanen garam yang pindah ke gurun tersebut bersama keluarganya pada bulan Maret, mengatakan bahwa ia tidak memiliki sumber penghasilan lain untuk menopang kebutuhan keluarganya. (REUTERS/Karam al-Masri)


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5588928/original/089544700_1778143903-1000412385.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5669124/original/011292600_1778417837-Nonton_bersama_Persija_vs_Persib_di_Se_Indonesia_sambil_menikmati_se_i_sapi.jpeg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405356/original/074050200_1762458033-1000096973.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334366/original/000168800_1787837074-1000131582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418556/original/081909100_1763622046-bojan.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5302683/original/090005400_1754032598-Latihan_Persija_Jakarta-15.jpg)

