Potret Warga Iran Penuhi Jalanan Teheran Tolak Negosiasi dengan AS

6 hours ago 4
Ribuan rakyat Iran turun ke jalanan Teheran, Minggu (19/4/2026), untuk melakukan unjuk rasa mendukung pemerintah yang menolak negosiasi kembali dengan Amerika Serikat.

Ribuan rakyat Iran turun ke jalanan Teheran, Minggu (19/4/2026), untuk melakukan unjuk rasa mendukung pemerintah yang menolak negosiasi kembali dengan Amerika Serikat. (REUTERS/Thaier Al-Sudani)

Ribuan rakyat Iran turun ke jalanan Teheran, Minggu (19/4/2026), untuk melakukan unjuk rasa mendukung pemerintah yang menolak negosiasi kembali dengan Amerika Serikat.

Pengunjuk rasa mengungkapkan dukungan untuk pemerintah Iran, dengan beberapa di antaranya menyatakan 'ketidakpercayaan total' terhadap AS dan mendesak para pejabat Iran untuk tidak takut melawan AS. (REUTERS/Thaier Al-Sudani)

Ribuan rakyat Iran turun ke jalanan Teheran, Minggu (19/4/2026), untuk melakukan unjuk rasa mendukung pemerintah yang menolak negosiasi kembali dengan Amerika Serikat.

Pemerintah Iran berencana tidak menghadiri perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat, Senin (20/4/2026), beberapa hari sebelum masa gencatan senjata dua pekan berakhir pada Rabu (22/4/2026). (REUTERS/Thaier Al-Sudani)

Ribuan rakyat Iran turun ke jalanan Teheran, Minggu (19/4/2026), untuk melakukan unjuk rasa mendukung pemerintah yang menolak negosiasi kembali dengan Amerika Serikat.

Iran menolak melakukan perundingan lanjutan setelah AS melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Situasi makin rumit setelah Presiden AS Donald Trump, Minggu (19/4/2026), mengumumkan kapal perusak AS menembaki sebuah kapal Iran yang mencoba keluar masuk Selat Hormuz. (REUTERS/Thaier Al-Sudani)

Ribuan rakyat Iran turun ke jalanan Teheran, Minggu (19/4/2026), untuk melakukan unjuk rasa mendukung pemerintah yang menolak negosiasi kembali dengan Amerika Serikat.

Trump mengonfirmasi bahwa sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS telah menembaki dan kemudian menyita kapal kargo Iran setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan untuk berhenti. (REUTERS/Thaier Al-Sudani)

Read Entire Article
| | | |